Kenaikan Harga Memori Guncang Peta Chipset HP Global, MediaTek dan Qualcomm Terkoreksi

Penulis: Amril Fauzan  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 03:40:02 WIB
Peta pasar chipset smartphone global berubah akibat kenaikan harga chip memori pada kuartal I-2026.

SUMATERA SELATAN — Laporan terbaru firma riset Counterpoint mengungkap perubahan signifikan di pasar prosesor smartphone global pada kuartal I-2026. Kenaikan biaya chip memori menjadi biang keladi utama yang mengubah strategi para vendor ponsel, yang pada akhirnya menggeser peta kekuatan para pemasok chipset.

MediaTek dan Qualcomm Tergerus Segmen Entry-Level

MediaTek tetap menjadi pemasok chipset terbesar secara global. Namun, pangsa pasarnya pada awal 2026 turun menjadi 32 persen, dibandingkan 38 persen pada periode yang sama tahun lalu (year-on-year).

Penurunan ini berkaitan langsung dengan kuatnya posisi MediaTek di ponsel entry-level dan menengah. Segmen inilah yang paling terpukul oleh kenaikan harga memori, sehingga permintaan melambat. Analis juga memperkirakan MediaTek kemungkinan tidak akan merilis chipset flagship baru Dimensity 9500 Plus tahun ini, sehingga vendor tetap mengandalkan Dimensity 9500 yang sudah ada.

Nasib serupa dialami Qualcomm. Pangsanya ikut menurun, salah satunya karena peluncuran seri Galaxy S26 yang lebih lambat dari generasi sebelumnya. Selain itu, sebagian model Galaxy S26 juga menggunakan chipset Exynos 2600 buatan Samsung, mengurangi kontribusi Snapdragon di lini flagship tersebut. Chip Snapdragon seri 4 dan seri 6 yang banyak dipakai di ponsel murah juga ikut terdampak perlambatan penjualan.

Apple dan Samsung Justru Naik Berkat Model Premium

Berbeda dengan dua raksasa tersebut, Apple, Samsung, dan Unisoc justru mencatat peningkatan pengiriman chipset. Chipset Apple Bionic menguasai 19 persen pangsa pasar pada kuartal I-2026, naik dari 15 persen. Lonjakan ini didorong permintaan tinggi untuk iPhone 17 dan iPhone 17e yang ditenagai chip Apple A19, yang penjualannya lebih tinggi dibanding iPhone 16e.

Samsung juga membukukan pertumbuhan lewat chip Exynos. Strategi Samsung menggunakan lebih banyak chip buatan sendiri di perangkat Galaxy membuahkan hasil. Selain Exynos 2600 di lini flagship, Samsung juga mengandalkan Exynos 1680 pada Galaxy A57 dan Exynos 1480 pada Galaxy A37.

Unisoc Mendongkrak Pangsa di Segmen 4G dan 5G

Vendor chipset asal China, Unisoc, juga mencatat pertumbuhan. Chipset T7250 menjadi pilihan populer untuk ponsel 4G, terutama pada sejumlah model Redmi. Sementara itu, chipset T8300 membantu Unisoc memperbesar pangsanya di segmen ponsel 5G.

Huawei Stabil di Premium, MediaTek Masih Andalkan Dimensity 8450

Di sisi lain, pengiriman chipset HiSilicon milik Huawei mengalami sedikit penurunan. Namun, Huawei masih mencatat permintaan kuat di segmen premium berkat popularitas chipset Kirin 9000 yang digunakan pada seri Huawei Mate 80.

Di segmen menengah, MediaTek masih mendapat dorongan dari chipset Dimensity 8450 yang digunakan sejumlah ponsel seperti Oppo Reno 15 Pro, Reno 15 Pro Mini, dan Reno 15 Pro Max.

Berikut adalah daftar 6 vendor chip smartphone global terbesar beserta pangsa pasarnya pada kuartal I-2026 berdasarkan laporan Counterpoint.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: tekno.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top