BI Rate Naik, BRI Finance Terapkan Suku Bunga Adaptif demi Jaga Kualitas Pembiayaan

Penulis: Hamdani Putra  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 12:23:31 WIB
BRI Finance menerapkan suku bunga adaptif menyusul kenaikan BI Rate.

SUMATERA SELATAN — Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia memaksa perusahaan pembiayaan untuk bergerak cepat. BRI Finance, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, memilih pendekatan bertahap ketimbang menaikkan suku bunga secara drastis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa pergerakan BI Rate menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kebijakan pricing. "Penyesuaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan nasabah, serta daya saing bisnis agar tetap kompetitif," ujar Dhani, sapaan akrabnya.

Strategi ini dikenal sebagai adaptive pricing. Alih-alih menerapkan satu tarif kaku, perusahaan menyesuaikan bunga berdasarkan dinamika pasar dan profil risiko nasabah. Tujuannya: menjaga margin tetap terjaga tanpa membebani konsumen secara berlebihan.

Selektif Ekspansi, Fokus ke Kualitas Aset

Di tengah kondisi pasar yang dinamis, BRI Finance tidak serta merta menggenjot volume pembiayaan. Perusahaan justru menerapkan strategi selective growth dan prudent financing.

Artinya, ekspansi dilakukan secara hati-hati dengan prioritas pada kualitas aset. Dhani menjelaskan bahwa langkah ini dijalankan melalui penguatan manajemen risiko, monitoring portofolio secara ketat, hingga optimalisasi proses penagihan (collection). Tujuannya jelas: menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali.

BRI Finance juga mengoptimalkan potensi captive market—nasabah existing yang sudah dikenal profilnya. Selain itu, kolaborasi joint financing bersama BRI Group terus diperkuat untuk memperluas penyaluran pembiayaan secara sehat dan terukur.

Efisiensi Biaya Jadi Kunci Jaga Profitabilitas

Tak cuma soal pendapatan, BRI Finance juga menggenjot efisiensi di sisi biaya. "Kami terus melakukan efisiensi biaya operasional dan pengelolaan pricing secara selektif agar profitabilitas perusahaan tetap terjaga," tutup Dhani.

Langkah ini menjadi penting mengingat tekanan suku bunga biasanya diikuti oleh kenaikan biaya dana. Dengan efisiensi, perusahaan bisa mempertahankan margin tanpa harus membebankan seluruh kenaikan biaya ke nasabah.

Strategi adaptif ini menjadi cerminan bagaimana BUMN pembiayaan berusaha menyeimbangkan kepentingan bisnis dan perlindungan konsumen di tengah gejolak ekonomi. Ke depannya, BRI Finance akan terus memonitor pergerakan suku bunga dan kondisi pasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: sentralberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top