Warung di Jakabaring Sport City Palembang 3 Kali Jadi Sasaran Pencurian, Pelaku Terekam CCTV Gagal Beraksi, Kerugian Capai Rp 5 Juta

Penulis: Syahril Hamid  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 22:24:01 WIB
Rekaman CCTV menunjukkan pelaku pencurian gagal beraksi di warung Jakabaring Sport City Palembang.

PALEMBANG — Rasa aman berdagang di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang mulai terusik. Seorang pemilik warung, Hendra Basirin (41), warga Kecamatan Jakabaring, melaporkan warungnya telah tiga kali menjadi target pencurian oleh orang tak dikenal. Kerugian terbesar dialami pada aksi kedua, di mana pelaku berhasil membawa kabur barang dagangan senilai Rp 5 juta.

Kejadian terbaru terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, seorang pria terlihat mendatangi warung milik Hendra dan diduga hendak melakukan pencurian. Namun, pelaku urung beraksi setelah menyadari keberadaan kamera pengawas di lokasi.

Modus Pelaku: Beraksi Dinihari dan Merusak Etalase

Menurut Hendra, pada percobaan pertama, pelaku sempat merusak etalase tempat penyimpanan barang dagangan. Sementara pada aksi kedua, pelaku berhasil membawa sejumlah barang dagangan dengan nilai kerugian yang cukup besar.

“Yang kedua pelaku berhasil membawa barang dagangan saya, kerugiannya lumayan besar, sekitar lima juta rupiah,” ujar Hendra kepada petugas. Ia menduga pelaku dari ketiga aksi tersebut adalah orang yang sama, mengingat pola dan sasaran yang identik.

Langkah Hukum: Laporan Diterima Polrestabes Palembang

Merasa geram karena terus menjadi sasaran pencurian, Hendra memutuskan menempuh jalur hukum. Laporan resmi telah diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Kamis (28/5/2026).

“Saya berharap pelakunya bisa segera ditemukan karena kejadian ini membuat pedagang di kawasan sini merasa resah,” ungkapnya. Petugas SPKT telah menerima laporan korban dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang.

Mengapa Kawasan JSC Rawan Pencurian?

Jakabaring Sport City merupakan kawasan olahraga terpadu yang kerap sepi pengunjung di luar jam pertandingan atau acara besar. Kondisi ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menyasar warung-warung yang beroperasi di sekitar area tersebut. Minimnya aktivitas warga pada dini hari menjadi celah yang sering dieksploitasi.

Kasus pencurian beruntun ini menambah daftar panjang keresahan pedagang kecil di Palembang yang kerap menjadi sasaran kejahatan jalanan. Polrestabes Palembang diharapkan segera mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV yang sudah diserahkan korban.

FAQ: Apa yang Harus Dilakukan Pedagang Jika Warung Menjadi Sasaran Pencurian?

Apakah laporan ke polisi bisa mempercepat penangkapan pelaku?
Ya, laporan resmi ke SPKT menjadi dasar bagi Satreskrim untuk melakukan penyelidikan. Semakin cepat laporan dibuat, semakin besar peluang pelacakan melalui barang bukti seperti rekaman CCTV atau sidik jari.

Berapa lama proses penyelidikan kasus pencurian biasanya berlangsung?
Tidak ada batas waktu pasti, namun polisi biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga pekan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Korban disarankan aktif menanyakan perkembangan kasus ke unit reskrim setempat.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: paltv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top