SUMATERA SELATAN — CapCut Pad sudah bisa diunduh melalui Google Play Store. Aplikasi ini hadir dengan tata letak yang dirombak total dari versi ponsel, memanfaatkan luas layar tablet untuk memberikan ruang kerja yang lebih lega. Pengguna tidak lagi harus berdesakan dengan menu di layar sempit; timeline bisa direntangkan lebih panjang, dan panel kontrol terlihat lebih jelas tanpa harus bolak-balik membuka menu.
Fitur unggulan yang dibawa CapCut Pad adalah timeline multi-track yang presisi. Ini memungkinkan pengguna menumpuk beberapa lapis video, audio, teks, dan efek secara bersamaan—sesuatu yang sulit dilakukan secara nyaman di layar ponsel. Selain itu, fitur chroma key (green screen) dan stabilisasi video juga disematkan agar hasil rekaman handheld bisa tampak lebih profesional tanpa perlu aplikasi tambahan.
Bagi kreator yang mengejar kualitas tinggi, CapCut Pad mendukung ekspor video hingga resolusi 4K pada 60 frame per detik (fps) dengan dukungan HDR. Ini setara dengan standar produksi konten YouTube dan platform video pendek yang kini makin kompetitif.
CapCut Pad bisa digunakan secara gratis. Namun, sejumlah fitur canggih seperti efek premium, stok footage, dan akses ke template eksklusif dikunci di balik langganan CapCut Pro. ByteDance tidak mempublikasikan harga secara terbuka di luar aplikasi, tetapi berdasarkan informasi yang tersedia di dalam aplikasi, biaya berlangganan dimulai dari kisaran 10 dolar AS per bulan (sekitar Rp 165 ribu dengan kurs estimasi).
Model freemium ini lazim diterapkan oleh aplikasi kreator lain. Pengguna kasual tetap bisa menikmati fitur dasar yang sudah mumpuni, sementara kreator profesional yang butuh akses lebih luas bisa berlangganan sesuai kebutuhan.
Di Indonesia, penggunaan tablet sebagai perangkat kerja kreator konten terus meningkat. Banyak content creator, editor video lepas, hingga pelaku UMKM yang memproduksi konten promosi sendiri mulai beralih ke tablet karena portabilitasnya. CapCut Pad menjawab kebutuhan spesifik segmen ini: aplikasi yang ringan dioperasikan dengan sentuhan, tetapi tidak mengorbankan fitur editing serius seperti keyframe animation, slow motion halus, dan efek teks yang variatif.
Kehadiran CapCut Pad juga memperketat persaingan di segmen aplikasi editing video tablet Android. Selama ini, pengguna tablet Android sering merasa kurang diakomodasi dibandingkan pengguna iPad yang punya aplikasi seperti LumaFusion atau DaVinci Resolve. Dengan masuknya CapCut Pad, celah itu mulai terisi.
ByteDance sendiri menyebut CapCut Pad sebagai "kekuatan editing level desktop yang ada di ujung jari." Bagi pengguna yang selama ini bergantung pada laptop untuk editing video, aplikasi ini bisa menjadi alternatif untuk pekerjaan cepat di perjalanan—tanpa harus membuka laptop dan perangkat lunak berat.