OGAN ILIR — Peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk Mawarni dilakukan pada Selasa (12/5/2026) di Kecamatan Pemulutan Barat. Wakapolres Ogan Ilir Kompol Georgie Absalom Sakul memimpin langsung kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB itu.
Program bedah rumah ini menjadi salah satu wujud nyata semangat Polri Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Selain memperbaiki hunian warga prasejahtera, jajaran Polres Ogan Ilir dan BAZNAS juga menyalurkan 60 paket sembako ke masyarakat sekitar lokasi.
Mawarni, seorang petani berusia 63 tahun, menjadi penerima pertama program ini di wilayah Ogan Ilir. Rumah barunya diharapkan tak hanya meningkatkan kenyamanan hidup, tetapi juga memperkuat stabilitas sosial di lingkungan pedesaan.
Kompol Georgie Absalom Sakul menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar pembangunan fisik. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya bersama menghadirkan harapan, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperbanyak kegiatan sosial berdampak langsung. “Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan solutif,” tegasnya.
Menurut Kombes Nandang, stabilitas keamanan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program bedah rumah dinilai sebagai langkah strategis yang menjembatani kedua hal tersebut.
Kegiatan ini melibatkan BAZNAS Kabupaten Ogan Ilir yang dipimpin Drs. H. Sidharta, serta dihadiri unsur perangkat desa dan warga setempat. Suasana peletakan batu pertama berlangsung aman dan penuh kekeluargaan hingga selesai sekitar pukul 10.30 WIB.
Polda Sumsel memastikan program kemanusiaan serupa akan terus diperluas ke seluruh wilayah jajaran. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan publik sekaligus pengentasan kemiskinan ekstrem di Sumatera Selatan.