SUMATERA SELATAN — Data Gaikindo yang dirilis pekan ini menunjukkan pasar otomotif nasional mulai berdenyut lebih kuat pasca-Lebaran. Total distribusi wholesales naik 31,8 persen dibanding Maret 2026. Namun yang paling mencolok bukan sekadar pemulihan volume, melainkan pergeseran struktural: mobil listrik perlahan menggerus dominasi mesin konvensional.
Jaecoo J5 masih menjadi primadona. Model listrik asal China itu mendistribusikan 3.179 unit pada April 2026, mempertahankan gelar mobil listrik terlaris nasional. Pesaing terdekatnya, BYD M6, mencatat distribusi 2.472 unit — naik drastis dari 523 unit pada Maret. Lonjakan hampir lima kali lipat ini menandakan permintaan MPV listrik tujuh penumpang mulai menggeliat di segmen keluarga.
Di posisi ketiga, BYD Sealion 07 menorehkan 1.617 unit. Model SUV listrik itu tampil konsisten sejak awal tahun. Sementara Denza D9, MPV premium dari grup BYD, menembus 1.032 unit — angka mengejutkan untuk segmen harga di atas Rp 1 miliar.
Geely EX2, mobil listrik kompak yang baru beberapa bulan meluncur di Indonesia, langsung menempati posisi keempat dengan 1.042 unit. Angka ini membuktikan pasar tidak hanya bergerak ke SUV dan MPV besar, tetapi juga model ringkas untuk mobilitas perkotaan. Produsen asal China itu mulai menuai hasil dari strategi harga agresif.
Tidak semua pemain besar bernasib sama. BYD Atto 1 yang sempat mendominasi pasar pada awal 2025 merosot tajam ke 108 unit. Penurunan ini kemungkinan besar akibat kanibalisasi dari model-model BYD lain yang lebih baru dan sesuai preferensi konsumen Indonesia, seperti Sealion 07 dan M6.
Kontribusi 18,34 persen dari total penjualan nasional bukan lagi angka seremonial. Dalam empat bulan pertama 2026, distribusi mobil listrik ke dealer mencapai 47.781 unit — hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 25.231 unit. Pertumbuhan 89,4 persen ini menegaskan adopsi kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi didorong insentif semata, melainkan pilihan konsumen yang semakin matang.
Dengan tren ini, pangsa mobil listrik berpotensi menembus 25 persen sebelum akhir tahun. Tantangan tetap ada: infrastruktur pengisian daya di luar Jawa dan fluktuasi harga baterai. Untuk sementara, Jaecoo J5 dan BYD M6 menjadi barometer seberapa jauh pasar siap menerima elektrifikasi massal.