Chery Masuk Pasar Motor Listrik, Skuter Rp 5,4 Juta Siap Produksi

Penulis: Hamdani Putra  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:37:01 WIB
Chery memperoleh izin produksi skuter listrik mungil di Tiongkok dengan harga sekitar Rp 5,4 juta.

SUMATERA SELATAN — Chery resmi mengantongi izin produksi skuter listrik mungil di Tiongkok dengan harga sekitar Rp 5,4 juta, menandai langkah pertama pabrikan mobil asal Wuhu itu ke segmen roda dua. Skuter bergaya klasik ini mengandalkan hub motor tunggal dan baterai di bawah 2 kWh dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer, menyasar segmen anggaran rendah yang selama ini dikuasai merek Jepang.

Data terbaru dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) menunjukkan Chery telah memperoleh lampu hijau untuk memproduksi skuter listrik mungil yang desainnya sangat mirip dengan lini Yamaha Vino. Izin ini keluar tak lama setelah divisi kendaraan komersial Chery secara resmi mengantongi izin manufaktur sepeda motor sejak akhir September.

Pilihan produk dasar berupa moped bergaya klasik bukan tanpa alasan. Di pasar Tiongkok, kendaraan jenis ini mendominasi segmen anggaran rendah dengan harga jual sekitar 2.000 yuan atau setara Rp 5,4 juta.

Spesifikasi Skuter Listrik Pertama Chery

Meski sekilas mirip skuter konvensional 150 cc milik Yamaha, moped listrik Chery dirancang dengan komponen sederhana demi menekan biaya produksi. Pabrikan memilih motor penggerak tunggal di roda belakang alias hub motor, bukan sistem penggerak sabuk atau rantai.

Paket baterainya berkapasitas di bawah 2 kWh, dengan klaim jarak tempuh sekitar 50 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka ini tergolong pas untuk mobilitas dalam kota jarak pendek, tapi belum cukup untuk perjalanan luar kota tanpa akses charging di tengah jalan.

  • Motor penggerak: hub motor tunggal di roda belakang
  • Baterai: di bawah 2 kWh
  • Jarak tempuh klaim: sekitar 50 km
  • Harga di Tiongkok: sekitar 2.000 yuan (Rp 5,4 juta)
  • Gaya desain: moped klasik, mirip Yamaha Vino

Strategi Uji Coba Sebelum Produk Serius

Para pengamat industri menilai langkah Chery ini sebagai strategi taktis, bukan sekadar ikut-ikutan tren. Skuter murah ini dipakai untuk beradaptasi dengan alur produksi kendaraan roda dua, menguji lini perakitan, sekaligus membaca peta persaingan sebelum meluncurkan produk yang lebih kompleks.

"Apalagi, divisi kendaraan komersial Chery secara resmi telah mengantongi izin manufaktur sepeda motor sejak akhir September lalu," tulis Carnewschina, seperti dilansir pada Kamis (22/10/2026).

Dua Model Konsep Cinnox yang Jauh Lebih Canggih

Keseriusan Chery menggarap pasar roda dua terlihat di ajang pameran teknologi in-house di kantor pusat mereka di Wuhu. Di bawah merek afiliasi Cinnox, pabrikan memamerkan dua model konsep kendaraan roda dua bertenaga energi baru (NEV) yang spesifikasinya jauh di atas skuter murah tadi.

Model pertama adalah skuter petualang pure-electric adventure (ADV) yang diklaim mampu menjelajah jarak 150 hingga 200 kilometer. Skuter penjelajah ini dirancang agar bisa diisi ulang dayanya menggunakan perangkat pengisi daya mobil, kendati pabrikan belum merinci dukungan sistem pengisian AC atau DC.

Model kedua adalah Grow C3, motor cruiser bergaya futuristik yang dijuluki sebagai motor penjelajah cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia dengan teknologi range-extended (EREV). Motor ini diposisikan sebagai teman berkemah, dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan pengguna memanfaatkan daya listrik motor untuk menggantikan genset portabel.

Yang Perlu Diperhatikan

Skuter murah Chery belum tentu masuk Indonesia dalam waktu dekat. Pabrikan belum mengumumkan rencana ekspansi ke pasar lokal, dan izin yang disebut dalam bahan hanya berlaku di Tiongkok. Regulasi kendaraan listrik roda dua di Indonesia juga punya syarat tersendiri soal TKDN dan sertifikasi.

Dari sisi spesifikasi, baterai di bawah 2 kWh dan jarak tempuh 50 kilometer menempatkan produk ini di kelas paling bawah, bersaing dengan skuter listrik entry-level yang sudah lebih dulu ada di pasar Tiongkok. Desain yang meniru Yamaha Vino juga berisiko memicu persoalan hak kekayaan intelektual jika dipasarkan ke negara lain.

Bagi konsumen Indonesia, kabar ini lebih relevan sebagai sinyal bahwa pabrikan mobil besar mulai melirik segmen roda dua listrik. Kalau Chery benar-benar membawa lini Cinnox ke sini, peta persaingan motor listrik nasional bisa berubah. Tapi untuk sekarang, skuter Rp 5,4 juta itu masih urusan pasar Tiongkok.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: bekasipedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top