PALEMBANG — Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyebut pemantauan pagi menunjukkan sebaran titik panas terkonsentrasi di bagian selatan Sumatra. Angka 753 titik di Sumatera Selatan jauh melampaui wilayah lain di pulau tersebut.
"Total titik panas wilayah Sumatera sebanyak 1.381 titik," kata Ranti Kurniati.
Selain Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, sejumlah provinsi lain turut menyumbang titik panas dalam pantauan tersebut. Berikut rinciannya:
Riau hanya mencatat satu titik panas, tetapi kabut asap tetap dilaporkan pekat di sejumlah wilayah. Kondisi itu membuat kekhawatiran terhadap kualitas udara belum sepenuhnya hilang.
BMKG meminta masyarakat tidak mengabaikan risiko kesehatan meski jumlah titik panas di daerahnya rendah. Paparan asap disebut paling berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang disarankan untuk mengurangi paparan asap. Warga juga diminta membatasi kegiatan di luar rumah bila kondisi asap semakin pekat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan," demikian imbauan BMKG Stasiun Pekanbaru.
BMKG mengingatkan warga untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara di lingkungan masing-masing. Langkah perlindungan bisa disesuaikan dengan tingkat kepadatan asap yang muncul di tiap daerah.