Forensic Files Kembali Produksi 20 Episode Baru Setelah 400 Episode Klasik

Penulis: Hamdani Putra  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:40:01 WIB
Serial dokumenter kriminal Forensic Files kembali memproduksi 20 episode baru.

SUMATERA SELATAN — Serial dokumenter kriminal Forensic Files resmi melanjutkan produksi episode orisinal lewat kemitraan Radial Entertainment, Content Partners, dan ITV Studios. Sebanyak 20 episode baru disiapkan untuk menggairahkan kembali minat penonton terhadap pustaka 400 episode yang sudah ada di platform streaming. Langkah ini menandai babak baru bagi waralaba true crime yang pertama tayang di kanal TLC Discovery pada pertengahan 1990-an.

Radial Entertainment menggandeng Content Partners dan ITV Studios America untuk memproduksi 20 episode anyar Forensic Files. Formatnya tetap sama: mengupas kasus kriminal nyata dari sudut pandang bukti ilmiah dan analisis data, bukan sekadar reka ulang adegan atau drama interpersonal.

Content Partners, perusahaan manajemen hak siar asal Los Angeles, telah memegang kepemilikan Forensic Files sejak 2024. Kemitraan ini disebut sebagai kelanjutan alami dari hubungan kedua pihak yang sudah terjalin sebelumnya.

Jejak Panjang Forensic Files di Televisi

Serial ini pertama kali mengudara pada pertengahan 1990-an di kanal TLC milik Discovery dengan judul Medical Detectives. Setelah berganti nama menjadi Forensic Files, acara ini melewati sejumlah inkarnasi dan kini bisa diakses lewat YouTube serta berbagai platform streaming berbasis iklan.

Pustaka lamanya mencapai 400 episode. Jumlah itu menjadi salah satu alasan utama mitra produksi yakin bahwa episode baru bakal memicu kembali minat terhadap konten-konten klasik.

Strategi Distribusi Digital dan SEO

Radial dan Content Partners berencana mendorong visibilitas Forensic Files secara agresif di berbagai platform digital. Pendekatan ini bukan yang pertama bagi Radial, yang sedang menjalankan model serupa untuk serial unscripted lain berjudul The FBI Files.

Model bisnisnya menggabungkan produksi konten baru dengan optimalisasi pustaka lama agar tetap ditemukan penonton di mesin pencari dan platform streaming. Strategi itu relevan mengingat minat terhadap true crime vintage terus tumbuh di pasar global, termasuk di Indonesia yang memiliki basis penonton dokumenter kriminal cukup besar di YouTube.

Kutipan Para Eksekutif

David Buoymaster, chief investment officer Radial Entertainment, menyatakan bahwa Forensic Files berperan besar dalam membentuk televisi true crime. "Fokusnya pada sains dan bukti terus resonan dengan salah satu audiens paling loyal di genre ini," ujarnya.

Ia menambahkan, "Bekerja dengan Content Partners untuk menciptakan episode baru adalah langkah alami berikutnya dalam hubungan kami dan peluang untuk membangun warisan serial ini."

Scott Hemming, executive VP Content Partners, menyebut pihaknya sejak awal melihat peluang besar dari sejarah luar biasa Forensic Files. "Radial berbagi komitmen kami terhadap serial ini, dan dengan keahlian produksi ITV America, kami antusias membawa audiens investigasi baru dengan detail ilmiah dan kejelasan yang membuat Forensic Files menjadi tonggak televisi unscripted," katanya.

Shawn Witt dari ITV America menegaskan rasa hormat timnya terhadap elemen yang membuat versi orisinal begitu istimewa. "Kami sangat menghormati apa yang membuat yang asli begitu spesial dan antusias berkolaborasi dengan Radial dan Content Partners untuk membawa warisan itu ke depan dengan episode-episode baru yang menampilkan investigasi segar dan memikat," ujarnya.

Tim Produksi di Balik Layar

Buoymaster, Cristina Guggino, dan Katie Carroll bertindak sebagai executive producer untuk Radial Entertainment. Dari Content Partners, posisi serupa dipegang Steve Kram, Hemming, dan John Mass.

Sementara itu, ITV America menugaskan Shawn Witt, Jordana Hochman, dan Sumit David sebagai executive producer. Kombinasi tim ini menunjukkan bahwa episode baru tidak sekadar melanjutkan warisan, tetapi juga membawa pengalaman produksi dari beberapa rumah produksi besar.

Bagi penggemar true crime di Indonesia, kabar ini menjadi sinyal bahwa konten dokumenter kriminal berbasis sains masih punya pasar kuat di tengah banjir tayangan bergenre serupa di platform streaming.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top