Qualcomm Menang Gugatan Lawan Arm, Hanya Dapat Ganti Rugi 2 Dolar AS

Penulis: Rizal Fikri  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:09:01 WIB
Juri Delaware memutuskan Arm melanggar perjanjian lisensi dengan Qualcomm dan menetapkan ganti rugi dua dolar AS.

SUMATERA SELATAN — Juri Delaware memutuskan Arm melanggar perjanjian lisensi arsitektur dengan Qualcomm dan sengaja mengganggu bisnisnya, tetapi hanya membayar ganti rugi dua dolar AS. Kemenangan simbolis ini menutup persidangan lima hari, meski sengketa royalti miliaran dolar masih berlanjut di meja hakim. Kedua perusahaan sama-sama mengklaim puas dengan putusan tersebut.

Persidangan berlangsung lima hari di Delaware, Amerika Serikat, sebelum juri akhirnya membacakan putusan yang memenangkan Qualcomm pada dua klaim utama. Nilai ganti rugi yang ditetapkan hanya satu dolar AS untuk masing-masing klaim, atau total dua dolar AS. Angka itu jauh dari tuntutan kerugian yang biasanya diperdebatkan dalam sengketa lisensi chip global.

Perkara ini bermula dari akuisisi Nuvia oleh Qualcomm pada 2021. Arm menuduh Qualcomm tidak memperoleh izin yang diperlukan untuk memindahkan lisensi Nuvia, yang juga memakai teknologi Arm. Gugatan Arm diajukan pada 2022, lalu pada tahun berikutnya pengadilan menolak klaim-klaim Arm yang tersisa dan Qualcomm menyebutnya sebagai kemenangan penuh.

Apa yang Diputuskan Juri

Juri menemukan Arm melanggar Architectural License Agreement (ALA) dengan Qualcomm karena menahan patch perangkat lunak dan alat desain. Juri juga menilai Arm sengaja mengganggu kesepakatan bisnis Qualcomm dengan Meta. Menurut Qualcomm, pada 2024 Arm membocorkan informasi ke Bloomberg News bahwa Qualcomm melanggar perjanjian lisensi, tepat saat negosiasi dengan Meta hampir rampung. Kebocoran itu membuat kesepakatan tertunda.

Dari enam klaim yang diajukan Qualcomm, juri memenangkan empat klaim untuk Arm dan dua klaim untuk Qualcomm. Karena itu, nilai ganti rugi yang dijatuhkan hanya dua dolar AS, bukan angka yang hilang digit di belakangnya.

Respons Kedua Perusahaan

Arm menyatakan gugatan Qualcomm adalah upaya menghindari pembayaran royalti miliaran dolar berdasarkan perjanjian lisensi yang masih berlaku. Pihak Arm menegaskan putusan juri membuktikan perusahaan beroperasi dengan itikad baik di bawah perjanjian lisensi teknologinya.

"We are pleased with the jury' decision today finding for Arm on four claims and awarding only one dollar in damages on each of Qualcomm's other two claims," kata Arm. "Despite Qualcomm's pursuit of this case in an attempt to deprive Arm of billions of dollars under our license agreements, the jury's verdict confirms that Arm operated in good faith under its technology license agreement and its award of only two dollars confirms the merit of Arm's arguments in the case."

Qualcomm menyambut putusan itu dan menyebutnya sebagai lanjutan dari kemenangan pengadilan sebelumnya. Perusahaan menilai hasil ini mengungkap niat Arm yang lebih luas untuk merugikan Qualcomm dan ekosistemnya.

"Together with Qualcomm's prior court victory, this outcome further exposes Arm's broader intentions to harm Qualcomm and its ecosystem," ujar Qualcomm.

Duel Hukum Masih Panjang

Hakim Distrik AS Maryellen Noreika masih harus menyelesaikan sejumlah sengketa lain antara kedua perusahaan. Salah satu yang paling krusial adalah permintaan Qualcomm untuk berhenti membayar royalti ke Arm selama lima tahun. Arm menyebut nilai royalti itu mencapai miliaran dolar dan berargumen sanksi tersebut tidak dapat ditegakkan sesuai kontrak lisensi yang berlaku.

Kalau Noreika akhirnya memihak Qualcomm, Arm berpotensi kehilangan salah satu sumber pendapatan terbesarnya. Sebaliknya, jika Arm menang, Qualcomm tetap terikat kewajiban royalti yang selama ini menjadi inti sengketa. Putusan akhir di tingkat distrik akan menentukan arah hubungan lisensi keduanya untuk beberapa tahun ke depan.

Bagi pengguna di Indonesia, perseteruan ini penting karena Arm dan Qualcomm memasok arsitektur serta chip yang dipakai mayoritas smartphone Android dan laptop berbasis Snapdragon di pasar lokal. Perubahan pada perjanjian lisensi mereka bisa memengaruhi harga, ketersediaan, hingga jadwal rilis perangkat baru dari berbagai merek.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top