OGAN KOMERING ILIR — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memilih menginap di Posko Satgas Karhutla Desa Jungkal 2, Kecamatan Pampangan, sebelum memimpin apel pagi personel pemadaman. Langkah itu disebutnya untuk memantau langsung wilayah dengan aktivitas pemadaman paling padat. Bupati OKI Muchendi Mahzareki dan jajaran Forkopimda mendampingi Herman selama berada di lokasi.
Herman menyampaikan terima kasih atas dedikasi personel yang bertugas sejak sehari sebelumnya. Menurutnya, kerja keras di lapangan terlihat dari hasil pemadaman hingga pagi itu.
Dalam arahannya, Herman menyebut para petugas sebagai pendekar pemadam api. Ia menilai keikhlasan personel menjalankan tugas kemanusiaan patut dihormati.
"Saya memperhatikan sekali etos kerja kalian, kinerja di lapangan, dan hasil yang didapat hingga pagi ini. Saya bersama Bupati dan Forkopimda menyampaikan terima kasih atas kerja luar biasa dan keikhlasan kalian," ujarnya.
Herman mengingatkan bahwa upaya pemadaman bukan sekadar menjalankan tugas. Ia menyebutnya sebagai tanggung jawab menyelamatkan warga dari dampak kebakaran, terutama pencemaran udara, sekaligus menjaga mata pencaharian masyarakat.
Gubernur meminta pimpinan lapangan dan ketua regu memperketat pengawasan standar keselamatan. Perlengkapan pelindung, dari sepatu hingga pelindung kepala, harus dipastikan tersedia dan dipakai dengan benar.
"Kalian inilah para pendekar pemadam api. Saya sangat tahu dan menaruh hormat yang luar biasa kepada kalian. Namun, keselamatan kalian harus tetap menjadi perhatian utama," tegasnya.
Kondisi fisik dan konsumsi personel juga diminta terus diperhatikan. Herman tidak ingin pengorbanan petugas di garis depan justru membahayakan keselamatan mereka sendiri.
Herman menekankan pemanfaatan pemetaan wilayah, informasi, dan teknologi secara maksimal. Tujuannya agar penanganan karhutla berjalan terukur, efektif, dan tepat sasaran.
Koordinasi diminta diperkuat mulai tingkat desa hingga pemerintah pusat. Setiap langkah penanganan diharapkan berjalan terpadu dan tidak sia-sia.
Perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak juga diminta meningkatkan kerja sama. Cakupannya meliputi pencegahan, pemadaman, hingga rehabilitasi pascakebakaran.
Menutup arahannya, Herman meminta seluruh tim menyusun strategi dan menentukan teknik pemadaman yang tepat. Titik api yang masih tersisa harus ditangani dengan langkah terkoordinasi.
"Terus bekerja dan berbuat. Atur strategi, tentukan langkah dan teknik yang tepat untuk memadamkan api yang masih tersisa. Tetap jaga keselamatan dalam menjalankan tugas," pungkasnya.