Sekda Sumsel Edward Candra Raih Peringkat 2 Terbaik Nasional PKN LAN RI, Satu-satunya Pejabat Pemprov di Lima Besar

Penulis: Syahril Hamid  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:33:01 WIB
Sekda Sumsel Edward Candra meraih peringkat 2 terbaik nasional PKN LAN RI.

PALEMBANG — Penghargaan itu diraih berkat proyek perubahan yang diusung Edward, yakni "Transformasi Tata Kelola Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan Terintegrasi untuk memperkuat Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat". Gagasan tersebut menyoroti penguatan tata kelola dan koordinasi lintas sektor untuk mengoreksi sekaligus mengintegrasikan program ketahanan pangan daerah.

Empat posisi lain di jajaran lima besar ditempati pejabat dari kementerian pusat. Edward menyebut posisinya sebagai satu-satunya wakil pemda provinsi di kelompok tersebut.

Proyek Perubahan Angkat Isu Kemandirian Pangan Sumsel

Proyek perubahan yang dilombakan berfokus pada integrasi program ketahanan pangan di Sumatera Selatan. Sasaran akhirnya adalah mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat koordinasi lintas sektor yang lebih rapi.

"Dari total 43 peserta lintas Kementerian, Lembaga, dan Pemda, posisi empat besar lainnya ditempati oleh pejabat dari Kementerian Pusat," ujar Edward.

Menurut dia, gagasan strategis itu menyasar koreksi tata kelola program pangan yang selama ini berjalan di sejumlah instansi daerah. Pendekatannya menekankan sinergi antarperangkat daerah agar program tidak tumpang tindih.

Penilaian Kompetensi hingga Kepemimpinan Etis

PKN Tingkat I merupakan jenjang pelatihan kepemimpinan strategis bagi pejabat pimpinan tinggi madya. Tujuannya melahirkan pemimpin bereputasi nasional, berintegritas, dan mampu menciptakan inovasi tata kelola pemerintahan.

"Penilaian meliputi kompetensi kepemimpinan, kualitas dan dampak gagasan perubahan, hingga kepemimpinan etis selama masa pelatihan," kata Edward.

Dia mengaku tidak menghadapi banyak kendala selama mengikuti setiap tahap pelatihan. Setiap pekerjaan, katanya, selalu diawali dengan doa agar diberi kelancaran.

Edward Sebut Prestasi Ini Milik Seluruh Warga Sumsel

Edward menegaskan capaian itu bukan prestasi pribadi, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen daerah. Menurut dia, raihan tersebut menjadi modal untuk mempercepat implementasi gagasan perubahan di bidang pangan.

"Alhamdulillah, capaian ini bukan semata prestasi pribadi, melainkan milik seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel," ujarnya.

Dia berharap gagasan perubahan yang diusung bisa berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Sumatera Selatan.

Kesan Selama Pelatihan: Perspektif Baru hingga Jaringan

Selama mengikuti PKN, Edward menyebut dirinya mendapat banyak pengetahuan, pengalaman, dan perspektif baru soal kepemimpinan. Menurut dia, keberhasilan pelatihan tidak diukur dari sertifikat semata.

"Namun keberhasilan itu tentu tidak diukur dari sertifikat yang kita terima, baik itu dari perubahan cara kerja kita, perubahan pola fikir, serta perubahan kemampuan yang mampu kita hadirkan ditempat tugas kita masing-masing," ucapnya.

Dia menekankan pentingnya sikap kolaboratif, adaptif, dan inovatif bagi pejabat daerah. Semangat itu, katanya, harus dibawa ke mana pun pejabat bertugas.

Selama mengikuti kegiatan, Edward didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumsel. Menurut dia, dukungan keluarga dan orang terdekat menjadi bagian penting dari capaian tersebut.

"Pada saat itu, tidak terlepas dari doa orang-orang terdekat saya, terutama keluarga saya," imbuhnya.

Edward menyebut hasil ini sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pengetahuan yang dimilikinya. Dia mengaku posisi peringkat 2 berada di luar perkiraannya karena menilai peserta lain memiliki kapasitas lebih tinggi.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: beritasuararakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top