PALEMBANG — Perjalanan sebagian anggota keluarga yang hendak menghadiri malam kenal pamit Kapolda Sumsel di Novotel Palembang terganggu kabut asap. Irjen Pol Rony Samtana Tarigan menyebut kondisi itu tidak hanya dirasakan keluarganya, tetapi juga banyak warga di Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Rony mengajak para undangan berdoa agar Sumsel segera terbebas dari kabut asap. Kepada tamu yang beragama Islam, ia meminta membaca Al-Fatihah.
"Mari membaca Alfatihah," pintanya di hadapan para undangan.
Rony menuturkan sebagian anggota keluarganya harus menempuh perjalanan darat menggunakan mobil untuk sampai ke Palembang. Ia lantas memperkenalkan orang-orang terdekatnya kepada para undangan yang hadir.
Kedatangan keluarga dari Jakarta dan Sumatera Utara itu mendapat perhatian khusus dalam acara tersebut. Menurut Rony, kehadiran mereka menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang ia jalani hingga kini.
Di atas panggung, Irjen Rony memperkenalkan anggota keluarga yang hadir. Ia menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang datang dari Karo, Sumatera Utara.
Doa kedua orang tua, kata dia, berperan penting hingga dirinya mendapat kepercayaan mengemban jabatan sebagai Kapolda Sumsel. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada ibu mertuanya yang datang dari Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku.
"Kerena doa beliaulah kami bisa berdiri di sini," jelasnya.
Malam kenal pamit tersebut menandai pergantian kepemimpinan Polda Sumsel dari Komjen Pol Sandi Nugroho kepada Irjen Pol Rony Samtana Tarigan. Acara berlangsung di Novotel Palembang pada 9 Oktober 2026.
Komjen Pol Sandi Nugroho dan istri turut hadir dalam prosesi pamit tersebut. Sebelumnya, doa juga telah dipanjatkan oleh Habib Amak dalam rangkaian acara.
Cerita soal kendala perjalanan keluarga memperlihatkan sisi pribadi Rony Samtana pada awal tugasnya sebagai Kapolda Sumsel. Di tengah perkenalan dengan masyarakat dan jajaran kepolisian, ia memberi tempat khusus bagi keluarga yang mendukung perjalanan pengabdiannya.