PALEMBANG — Lahan eks Kantor DPMPTSP Sumsel itu menempel langsung dengan kolam retensi yang sudah ada, sehingga dinilai paling ideal untuk menambah daya tampung air. Kawasan Simpang Polda selama ini menjadi salah satu titik banjir utama di jantung Kota Palembang setiap kali hujan lebat turun.
Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan keputusan ini bukan sekadar serah terima aset. Menurutnya, ada hitungan waktu yang harus dikejar agar pekerjaan konstruksi bisa dimaksimalkan pada musim kemarau.
"Kalau musim hujan kita harus kerja ekstra dan siap dikritik karena kolam tidak mampu menampung. Sekarang mumpung kemarau, kita kebut. Jadi pas hujan nanti, manfaatnya langsung dirasakan warga," ujar Deru.
Deru menitipkan tiga hal kepada pelaksana proyek. Pertama, aktivitas warga di sekitar lokasi tidak boleh terganggu sehingga pekerjaan diutamakan berjalan malam. Kedua, estetika kawasan harus diperhatikan. Ketiga, lahan itu diminta punya nilai tambah sebagai ruang publik.
"Jangan hanya jadi kolam. Tata yang bagus, bisa jadi ruang terbuka ramah anak. Fasum juga harus indah," tambahnya.
Proyek perluasan ini masuk dalam paket besar Pengendalian Banjir Sungai Bendung. BBWS Sumatera VIII selaku pemilik proyek menunjuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana.
Kepala BBWS Sumatera VIII, Agus Safari, merinci kontrak senilai Rp385,1 miliar dikerjakan selama 480 hari. Hitungannya, pekerjaan berjalan sejak 29 September 2026 hingga 21 Januari 2028.
Lingkup pekerjaan cukup kompleks. Meliputi normalisasi Sungai Bendung dan anak sungainya, perkuatan tebing, penataan kolam retensi, pembangunan jembatan dan kolektor drain, hingga pemasangan sistem pompa baru.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa turut hadir dalam serah terima lahan tersebut. Ia menyatakan Pemkot Palembang mendukung penuh langkah Pemprov.
Menurut Ratu Dewa, kawasan Simpang Polda–Sudirman–Veteran merupakan titik krusial banjir yang harus diselesaikan secara sistemik. Pendekatan tambal sulam dinilai tidak lagi cukup untuk mengatasi persoalan genangan di kawasan itu.
Dengan lahan yang kini resmi dikuasai proyek, perluasan kolam retensi bisa segera masuk tahap konstruksi. Warga Palembang menantikan apakah daya tampung air di kawasan Simpang Polda benar-benar meningkat sebelum musim hujan berikutnya.