Polda Sumatera Selatan bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai fokus utama penanganan kebakaran hutan dan lahan selama sepekan ke depan. Penetapan itu disepakati dalam Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan 2026 di Palembang, Jumat (2/10/2026). Penguatan dilakukan lewat pengeboman air dari helikopter, operasi modifikasi cuaca, hingga penambahan personel posko terpadu.
PALEMBANG — Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio menyatakan penetapan OKI sebagai wilayah prioritas didasari tingginya aktivitas titik api di daerah tersebut. Titik api itu terbukti memberi dampak signifikan terhadap penurunan kualitas udara serta timbulnya kabut asap di Kota Palembang.
“Penetapan OKI sebagai wilayah prioritas didasari oleh tingginya aktivitas titik api di daerah tersebut yang terbukti memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kualitas udara serta timbulnya kabut asap di Kota Palembang,” kata Anis di Palembang, Sabtu.
Rapat evaluasi menyepakati penguatan penanganan terpadu selama sepekan ke depan. Salah satu langkahnya mengerahkan helikopter untuk pengeboman air di titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemerintah dan aparat juga akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan. OMC menyasar area yang kondisi cuacanya menghambat pemadaman konvensional.
Penguatan posko terpadu dilakukan dengan menambah personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni. Penambahan itu untuk mempercepat pemantauan serta penanganan kebakaran di lapangan.
Koordinasi lintas sektor turut ditingkatkan dengan melibatkan perusahaan pemegang konsesi lahan. Keterlibatan mereka mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah masing-masing.
Aparat gabungan menyiapkan langkah mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Layanan kesehatan gratis selama 24 jam akan disiagakan, disertai pemeriksaan kesehatan berkala bagi personel yang bertugas di lapangan.
Anis menegaskan jajarannya berkomitmen mengawal efektivitas pengamanan dan penanganan karhutla di wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
“Fokus kami adalah mempercepat pemadaman sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak asap,” ujarnya.
Penetapan OKI sebagai fokus utama berlaku untuk sepekan ke depan. Evaluasi lanjutan akan menentukan apakah status prioritas diperpanjang atau dialihkan ke wilayah lain di Sumatera Selatan.