PALEMBANG — Tingginya trafik Stasiun Polrestabes bertumpu pada posisinya di kawasan strategis Kota Palembang. Stasiun ini berada di jaringan 13 stasiun LRT Sumsel dan dekat dengan sejumlah pusat layanan publik serta kawasan permukiman.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut posisi tersebut membuat Stasiun Polrestabes berperan penting dalam mendukung mobilitas warga kota.
"Stasiun Polrestabes merupakan salah satu stasiun strategis dalam jaringan 13 stasiun LRT Sumsel. Keberadaannya yang dekat dengan berbagai pusat layanan publik dan kawasan permukiman menjadikan stasiun ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Kota Palembang," ujar Aida, Kamis 1 Oktober 2026.
Catatan perjalanan pelanggan menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Stasiun Polrestabes melayani 228.299 pelanggan, lalu naik menjadi 247.990 pelanggan pada 2025.
Hingga Triwulan III 2026, jumlah pelanggan sudah mencapai 245.677 orang. Artinya, dalam sembilan bulan pertama tahun ini, trafik hampir menyamai capaian sepanjang 2025.
Sejumlah fasilitas pelayanan publik dan pusat aktivitas berada di sekitar stasiun. Mulai dari Kepolisian Resor Kota Besar Palembang, Kejaksaan Negeri Palembang, Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga Kantor Kelas I TPI Palembang.
Ada pula sekolah dan kawasan perdagangan Pasar Induk Jakabaring. Kombinasi ini dinilai memberi nilai tambah bagi LRT Sumsel sebagai moda transportasi publik penunjang konektivitas warga.
LRT Sumsel menjadi salah satu pilihan untuk aktivitas harian, termasuk perjalanan menuju kawasan perkantoran, pelayanan pemerintahan, dan permukiman.
Stasiun Polrestabes juga menjadi salah satu titik koridor layanan Feeder LRT Sumsel. Integrasi antarmoda ini mempermudah pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke kawasan Seberang Ulu, termasuk perumahan OPI dan sekitarnya.
Pelanggan yang turun di stasiun ini bisa melanjutkan perjalanan dengan Feeder sesuai rute yang tersedia. Pola itu memperpendek jarak tempuh menuju tujuan akhir.
"Integrasi antara LRT Sumsel dan layanan Feeder merupakan bagian penting dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin terkoneksi. Masyarakat tidak hanya membutuhkan transportasi yang aman dan nyaman, tetapi juga membutuhkan kemudahan untuk mencapai tujuan akhir perjalanan. Karena itu, konektivitas antarmoda terus kami dukung," kata Aida.
Di sisi lain, KAI Divre III Palembang mengingatkan masyarakat soal kualitas udara yang terdampak kabut asap. Warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun memakai transportasi publik diminta menjaga kondisi tubuh.
Penggunaan masker disebut sebagai salah satu langkah perlindungan ketika diperlukan.
"Melihat kondisi kualitas udara yang masih kurang baik, kami mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan," tutur Aida.
KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS memastikan pelayanan LRT Sumsel tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Kedua pihak menyatakan akan terus mendukung penguatan LRT Sumsel sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dan dapat diandalkan warga Kota Palembang.