ULTJ Rights Issue Rp16,9 Triliun untuk Akuisisi Frisian Flag Indonesia

Penulis: Amril Fauzan  •  Jumat, 25 September 2026 | 14:38:31 WIB
PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk menyiapkan rights issue maksimal Rp16,9 triliun untuk mengakuisisi 100% saham Frisian Flag Indonesia.

SUMATERA SELATAN — PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan rights issue maksimal Rp16,9 triliun guna mengakuisisi 100% saham Frisian Flag Indonesia (FFI). Aksi korporasi ini bakal menggabungkan dua produsen susu UHT terbesar di Indonesia dalam satu entitas, dengan FrieslandCampina International masuk sebagai pengendali baru ULTJ.

Rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV itu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 27 Oktober 2026. Dana hasil rights issue tidak berbentuk uang tunai, melainkan inbreng atau penyertaan saham nontunai untuk mengambil alih seluruh saham FFI.

Pengendali FFI, FrieslandCampina International, akan menjadi pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan 28,95% hingga 30,81%. Meski demikian, keluarga Prawirawidjaja tetap memegang porsi terbesar. Kepemilikan Sabana Prawirawidjaja, Suhendra Prawirawidjaja, Samudera Prawirawidjaja, dan PT Prawirawidjaja Prakarsa akan turun dari 82,08% menjadi minimal 46,69% pasca-aksi korporasi.

Mengapa ULTJ Memilih Skema Inbreng Nontunai

Skema inbreng dipilih karena transaksi tidak memerlukan kas keluar. ULTJ menerbitkan saham baru, lalu saham tersebut ditukar dengan seluruh kepemilikan FrieslandCampina di FFI. Pola tukar guling saham seperti ini lazim dipakai perusahaan terbuka yang ingin mengakuisisi aset besar tanpa membebani neraca dengan utang bank.

Bagi FrieslandCampina, langkah ini menjadi jalan masuk ke pasar modal Indonesia tanpa harus melakukan penawaran umum perdana. Perusahaan asal Belanda itu langsung mendapat eksposur atas entitas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Peta Persaingan Susu UHT Berubah Total

Gabungan ULTJ dan FFI berpotensi menguasai separuh pangsa pasar susu UHT nasional. Angka itu mengacu pada survei Nielsen yang dikutip dalam paparan publik ULTJ pada 2023. Jika terealisasi, konsolidasi ini menciptakan pemain dominan yang sulit dikejar kompetitor seperti Indomilk (Indofood) dan Greenfields.

Kedua perusahaan juga sudah memperluas kapasitas produksi dalam beberapa tahun terakhir:

  • ULTJ mengoperasikan pabrik susu baru seluas 20 hektar di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada 2025 dengan estimasi kapasitas 400.000 ton per tahun.
  • FFI meresmikan pabrik susu baru seluas 25,4 hektar di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada 2024 dengan estimasi kapasitas 700.000 ton per tahun.

Dua fasilitas itu menghasilkan total kapasitas sekitar 1,1 juta ton per tahun, memberi entitas gabungan skala produksi yang jauh di atas pesaing.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham ULTJ

Pemegang saham existing menghadapi dilusi signifikan. Porsi keluarga Prawirawidjaja turun dari 82,08% ke minimal 46,69%, sementara FrieslandCampina masuk dengan 28,95% hingga 30,81%. Sisa saham dimiliki publik dan investor lain.

Namun dilusi itu diimbangi potensi kenaikan skala bisnis. Dengan pangsa pasar gabungan sekitar 50%, ULTJ berpeluang memperbesar pendapatan dan laba secara signifikan. Risikonya terletak pada integrasi dua budaya korporasi yang berbeda serta kemungkinan sorotan otoritas persaingan usaha atas konsentrasi pasar yang tercipta.

Harga pelaksanaan rights issue dan rasio penukaran saham belum diungkap dalam keterbukaan informasi. Investor perlu mencermati detail final yang akan dibahas dalam RUPSLB 27 Oktober 2026 mendatang.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top