PALEMBANG — Ban menjadi satu-satunya komponen sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Jika kondisinya sudah tidak prima, risiko kehilangan kendali saat melaju pun meningkat drastis. Hal inilah yang mendorong Honda Sumsel menggencarkan kampanye #Cari_Aman sebagai pengingat bagi pengendara untuk lebih disiplin melakukan pemeriksaan ban secara berkala.
Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui ban sudah harus diganti adalah dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI). TWI adalah tonjolan kecil yang terdapat di sela-sela alur ban. Jika permukaan tapak ban sudah sejajar dengan indikator tersebut, artinya ketebalan ban telah mencapai batas minimum.
“Apabila permukaan tapak ban sudah sejajar dengan indikator tersebut, artinya ketebalan ban telah mencapai batas minimum sehingga daya cengkeram terhadap jalan menurun secara signifikan,” demikian keterangan tertulis dari Honda Sumsel, Jumat (14/3).
Pada kondisi jalan basah, ban yang aus lebih berisiko mengalami aquaplaning atau kehilangan traksi. Kondisi ini membuat motor sulit dikendalikan dan sangat berbahaya bagi pengendara.
Selain indikator TWI, pengendara juga wajib memeriksa kondisi fisik ban secara keseluruhan. Ban motor yang memiliki retakan pada dinding samping maupun permukaan tapaknya menandakan bahwa material karet mulai mengalami penuaan.
Retakan ini bisa menjadi titik lemah yang menyebabkan ban pecah mendadak saat digunakan di kecepatan tinggi. Honda Sumsel pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunda penggantian ban ketika tanda-tanda keausan atau kerusakan fisik sudah mulai terlihat.
Kampanye #Cari_Aman ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara dimulai dari hal-hal kecil yang sering diabaikan, seperti kondisi ban. Pemeriksaan rutin sebelum bepergian bisa menjadi langkah sederhana yang menyelamatkan nyawa.