PALEMBANG — Kolonel Penerbang Asep Wahyu Wijaya resmi memperkenalkan diri sebagai Danlanud Sri Mulyono Herlambang yang baru kepada Gubernur Sumsel Herman Deru, Kamis (25/6/2026). Dalam pertemuan di ruang tamu gubernur, Asep yang merupakan alumni AAU 1999 menyampaikan kesiapannya bersinergi dengan Pemprov Sumsel.
“Kami sebagai pendatang baru mohon izin. Ke depan, kami mohon bimbingan dan arahan. Kami siap bekerja sama mendukung kegiatan dan program Bapak Gubernur,” ujar Asep dalam keterangan yang diterima redaksi.
Herman Deru menyambut hangat kedatangan jajaran Lanud Sri Mulyono Herlambang. Ia mengaku sudah mengenal Kolonel Asep sebelumnya dan senang perwira TNI AU tersebut bertugas di Sumsel.
“Selamat datang di Sumsel,” kata gubernur. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan unsur vertikal, termasuk TNI AU, sangat penting untuk menjaga stabilitas daerah. Sebagai Ketua Forkopimda, ia menilai hubungan dengan Lanud selama ini sudah berjalan intens dan harmonis.
Meski kerja sama berjalan baik, Herman Deru mengakui masih ada beberapa persoalan administratif, terutama terkait pencatatan aset. Ia optimistis semua bisa diselesaikan bertahap melalui koordinasi yang baik.
Gubernur juga menyinggung peran Lanud dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian bersama. “Alhamdulillah, kita berjalan kondusif. Salah satunya dalam penanganan karhutla dan berbagai kepentingan daerah lainnya yang memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk Lanud dan BPBD,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan beberapa pekerjaan rumah untuk Lanud. Salah satunya soal pemanfaatan bangunan eks VIP Bandara Lama yang telah direnovasi agar segera difungsikan secara optimal.
“Silakan diisi dan dimanfaatkan. Kewajiban yang berkaitan dengan keuangan juga agar dipenuhi. Jangan sampai gagal fokus. Yang terpenting, ke depan silakan terus berkomunikasi dengan saya,” pesannya.
Herman Deru menutup pertemuan dengan harapan agar Lanud Sri Mulyono Herlambang semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel. Ia menegaskan Sumsel merupakan daerah dengan tingkat kondusivitas tinggi yang dikenal zero conflict.
“Ada sembilan suku besar yang hidup rukun dan akur. Semua dipersatukan dalam semangat,” katanya. Sinergi antara Pemprov dan Lanud diharapkan terus terjaga untuk mendukung pembangunan daerah dan program strategis pemerintah.