PALEMBANG — Pemerintah melalui Balai Pengelola Kereta Api Ringan (LRT) Sumatera Selatan menambah jumlah perjalanan menjadi 98 kali per hari selama tiga hari perayaan HUT ke-1.343 Kota Palembang. Langkah ini sekaligus memangkas waktu tunggu penumpang di setiap stasiun yang biasanya melayani 70 hingga 80 perjalanan harian.
Penyesuaian jadwal berlaku mulai Kamis (25/6) hingga Sabtu (27/6/2026). Layanan terakhir dari Stasiun Lintas DJKA menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dijadwalkan pukul 22.34 WIB dan tiba di bandara pukul 23.13 WIB. Sementara itu, perjalanan dari arah Bandara menuju DJKA berangkat paling lambat pukul 23.20 WIB dari Stasiun Asrama Haji dan tiba di stasiun tujuan akhir DJKA pukul 23.58 WIB.
Pihak pengelola menyebut program ini bertujuan mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum yang hemat dan bebas kemacetan. "Program ini bertujuan mengajak masyarakat kembali ke angkutan umum yang hemat dan bebas macet," tulis akun resmi @lrtsumselofficial, Kamis (25/6/2026). Selama periode HUT Palembang, volume kendaraan pribadi biasanya meningkat signifikan di pusat kota, terutama di kawasan Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera yang menjadi lokasi utama perayaan.
Warga diimbau untuk memperhatikan waktu keberangkatan di masing-masing stasiun terdekat. Berikut jadwal operasional tambahan LRT Sumsel pada 25-28 Juni 2026:
Pihak LRT mengingatkan agar penumpang tiba di stasiun setidaknya 15 menit sebelum jadwal keberangkatan terakhir. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi atau langsung di loket stasiun.
Perpanjangan jam operasional ini diprediksi meningkatkan jumlah penumpang harian yang biasanya berkisar 8.000 hingga 10.000 orang. Palembang sebagai kota dengan sejarah panjang—berdiri sejak 682 Masehi—setiap tahun menarik ribuan wisatawan dan warga yang mudik ke kampung halaman saat perayaan HUT. Dengan tambahan jadwal malam, warga yang ingin menikmati pesta kembang api atau acara budaya di pusat kota tidak perlu khawatir kehilangan transportasi pulang.
Kebijakan ini juga menjadi uji coba bagi pengelola LRT untuk mengevaluasi permintaan layanan malam hari di luar jam sibuk. Jika antusiasme tinggi, bukan tidak mungkin jam operasional reguler akan diperpanjang secara permanen.