PALEMBANG — Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana membuka langsung ajang Lomba Polisi Cilik 2026 yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel. Sebanyak 17 tim dari jajaran Polres dan Polestabes se-Sumsel unjuk kemampuan baris-berbaris, formasi, serta kekompakan dalam kompetisi yang berlangsung Kamis (25/6/2026) itu.
Program Polisi Cilik ini dirancang sebagai sarana pembinaan generasi muda sejak dini. Anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas melalui pendekatan edukatif dan humanis.
Pembacaan sambutan Kapolda Sumsel oleh Wakapolda menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba. “Polisi Cilik bukan sekadar kegiatan lomba, melainkan proses pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ujar Brigjen Pol Rony Samtana.
Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini menjadi fondasi menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang berintegritas dan berbudaya tertib. Anak-anak yang terlatih diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan keluarganya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo menyebut lomba ini sebagai media edukasi efektif. “Harapan kami, mereka tumbuh menjadi pelopor keselamatan yang mampu memberikan contoh positif di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” katanya.
Pendidikan keselamatan berlalu lintas, lanjutnya, harus dibangun secara berkelanjutan sejak anak-anak masih duduk di bangku SD. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan sosialisasi konvensional kepada orang dewasa.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, pembentukan karakter generasi muda merupakan strategi jangka panjang Polri. “Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan karakter,” ujarnya.
Ia menyebut Polisi Cilik sebagai investasi sosial yang menanamkan nilai disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini. Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan program edukatif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Para peserta tidak hanya dibina menjadi teladan di sekolah, tetapi juga diharapkan mampu mengajak keluarga dan lingkungannya untuk lebih disiplin di jalan raya.