PALEMBANG — Tiga proyek jalan tol di Sumatera Selatan masuk daftar prioritas pemerintah pusat dan daerah. Proyek-proyek ini diharapkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi serta memperlancar distribusi barang dan jasa di kawasan strategis.
Proyek yang paling menyita perhatian adalah jalan tol yang menghubungkan kawasan Betung dengan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat. Jalan tol sepanjang sekitar 80 kilometer ini dirancang sebagai koridor logistik utama yang terintegrasi dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp26 triliun, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur terbesar di Sumatera Selatan. Perkembangan terbaru menunjukkan proyek ini semakin serius setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Hutama Karya, PT Bukit Asam, dan Pelindo pada Mei 2026.
Kehadiran tol ini diharapkan memangkas biaya logistik secara signifikan. Komoditas unggulan Sumsel seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet diyakini bisa terdistribusi lebih cepat ke pelabuhan internasional.
Tol ini juga mendukung aktivitas industri dan ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Carat yang sedang dikembangkan pemerintah. Dengan koneksi langsung ke JTTS, distribusi barang dari dan ke pelabuhan tidak lagi bergantung pada jalan nasional yang padat.
Proyek kedua yang menjadi prioritas adalah kelanjutan pembangunan Tol Prabumulih–Muara Enim. Ruas ini merupakan bagian dari jaringan tol yang menghubungkan wilayah tengah Sumsel dengan kawasan selatan yang kaya akan sumber daya alam.
Pembangunan tol ini diharapkan mempercepat akses dari kawasan industri dan pertambangan ke pusat distribusi. Meski detail teknis dan nilai investasi belum dirilis, proyek ini masuk dalam rencana percepatan infrastruktur daerah.
Proyek ketiga yang masuk prioritas adalah percepatan pembangunan Tol Kayuagung–Palembang–Betung atau dikenal dengan Kapal Betung. Tol ini menjadi penghubung utama antara Kota Palembang dengan kawasan Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.
Percepatan pembangunan ruas ini diharapkan mengurai kemacetan di jalur lintas timur Sumatera. Selain itu, tol ini juga akan memperkuat konektivitas antar kabupaten/kota di Sumsel bagian timur yang selama ini mengandalkan jalan provinsi.
Ketiga proyek tol ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat logistik utama di Pulau Sumatera. Dengan koneksi tol yang terintegrasi ke pelabuhan internasional, distribusi barang dari Sumsel ke pasar nasional dan internasional diharapkan lebih efisien.
Belum ada jadwal pasti kapan seluruh proyek rampung. Namun, masuknya tiga proyek ini dalam daftar prioritas menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.