SUMATERA SELATAN — Pengumuman itu dirilis Orange EV, Kamis (24/4) waktu setempat, bertepatan dengan pemberian penghargaan 2025 National Supplier Partner Award dari Coke Canada Bottling. Pabrikan truk listrik kelas berat ini mencatatkan rekor pengiriman unit terbesar dalam satu bulan setelah sebelumnya mengumumkan pesanan 600 unit secara bersamaan.
Tony Chow, Presiden Coke Canada Bottling, menyebut kemitraan ini sebagai langkah strategis perusahaan keluarga yang berfokus pada pengurangan emisi. "Kami bangga terus memperluas armada listrik dan mengurangi jejak karbon," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Orange EV mengklaim angka uptime rata-rata armadanya mencapai 97 persen. Total jam operasi mesin menyala (key-on hours) tembus 12 juta jam, tersebar di lebih dari 370 armada komersial. Dengan asumsi konsumsi solar 3 galon per jam, pengurangan emisi karbon diperkirakan melebihi 365.000 metrik ton.
Kurt Neutgens, Co-Founder, Presiden, dan CTO Orange EV, menilai pencapaian ini bukan sekadar angka produksi. "Ini mencerminkan titik balik industri. Operator armada tidak lagi bertanya apakah truk listrik bisa bekerja, tapi seberapa cepat mereka bisa beralih ke solusi kami," katanya.
Pernyataan itu merujuk pada perhitungan biaya kepemilikan (TCO) di dunia nyata yang sudah divalidasi oleh operator logistik besar. Menurut Neutgens, efisiensi biaya dan prediktibilitas perawatan menjadi faktor utama peralihan dari truk diesel ke listrik.
Pencapaian Orange EV menimbulkan pertanyaan soal adopsi massal truk listrik di segmen medium-duty (MD) dan heavy-duty (HD). Di Indonesia, segmen ini masih didominasi truk diesel dengan biaya operasional tinggi. Namun, tren global seperti ini bisa menjadi referensi bagi regulator dan operator logistik lokal untuk mulai mengkaji elektrifikasi di sektor distribusi dan pelabuhan.
Dengan rata-rata jarak tempuh 33 juta mil dari 2.000 unit, setiap truk Orange EV mencatatkan 16.500 mil per unit. Angka ini menunjukkan pola operasi yard truck yang intensif namun dalam radius pendek — skenario ideal untuk adopsi EV di Indonesia, misalnya di kawasan industri atau terminal peti kemas.