Kebakaran di Pagaralam Hanguskan 4 Rumah dalam Hitungan Menit, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Penulis: Hamdani Putra  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:47:02 WIB
Empat rumah di Tebat Baru Ilir, Pagaralam, hangus terbakar dalam waktu singkat pada Sabtu siang.

PAGARALAM — Empat kepala keluarga di kawasan Tebat Baru Ilir, Kelurahan Tebat Giri Indah, kehilangan tempat tinggal setelah api melalap habis rumah mereka, Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kobaran api baru berhasil dipadamkan dua jam kemudian, tepatnya pukul 14.10 WIB.

Rumah milik Evi (65) disebut sebagai titik awal mula api. Dari keterangan warga, kepulan asap pertama kali dilihat oleh seorang perempuan bernama Erma (43) dari rumah Evi. Erma segera berteriak dan menggerakkan warga sekitar untuk membantu pemadaman.

Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu

Kasi Humas Polres Pagaralam Iptu Mansyur mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan korsleting listrik. “Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pendataan awal di lapangan, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Mansyur menegaskan, tidak ditemukan indikasi unsur kesengajaan atau tindak pidana dalam peristiwa ini. Pihaknya mengapresiasi respons cepat warga yang bergotong royong memadamkan api sebelum petugas tiba.

Empat Rumah Hangus, Kerugian Capai Rp 150 Juta

Empat rumah yang terdampak masing-masing milik Evi (65), Meji Herlin Pratama (27), Mega (30), dan Guntur (41). Dari data sementara, rumah Evi mengalami kerusakan paling parah. Kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 150 juta, termasuk bangunan dan seluruh isi rumah.

Kobaran api cepat membesar lantaran sebagian besar bangunan terbuat dari material mudah terbakar. Warga sempat berupaya memadamkan secara mandiri, namun api sudah melahap habis rumah-rumah tersebut sebelum dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Polisi Imbau Warga Periksa Instalasi Listrik

Pasca kejadian, petugas kepolisian langsung mengamankan TKP, mengatur arus lalu lintas, dan mengumpulkan keterangan saksi. Iptu Mansyur mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik. Ia mendorong agar warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama yang sudah tua atau tidak sesuai standar keselamatan.

“Kami juga mendorong adanya koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Sosial dan pemerintah daerah, guna membantu proses pemulihan para korban yang terdampak musibah tersebut,” kata Mansyur.

Kini, yang tersisa di lokasi hanyalah puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik serta semangat gotong royong dalam menghadapi bencana di lingkungan permukiman.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top