SUMATERA SELATAN — Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pendapatan Pelindo pada periode yang sama juga tumbuh 11 persen secara tahunan menjadi Rp15,21 triliun. Menurutnya, penguatan tata kelola dan model bisnis menjadi fondasi penting agar perseroan semakin kompetitif.
"Penguatan tata kelola dan model bisnis menjadi fondasi penting agar Pelindo semakin kompetitif dan mampu mendukung konektivitas logistik nasional," ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Transformasi yang dijalankan Pelindo tidak hanya menyentuh sisi keuangan. Pada 17 Juni 2026, Dony menggelar pertemuan dengan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar beserta jajaran untuk membahas langkah strategis memperkuat struktur korporasi.
Salah satu hasil pembahasan adalah pengembangan model korporasi berbasis regional dan lini bisnis, atau model hybrid. Model ini dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar lokal dengan layanan lintas wilayah yang terintegrasi.
Dengan pendekatan hybrid, Pelindo diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan pengelolaan pelabuhan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.
Jaringan pelabuhan Pelindo yang tersebar di seluruh Indonesia memegang peran vital dalam kelancaran arus barang dan aktivitas perdagangan nasional. Peningkatan kinerja perusahaan ini sejalan dengan upaya BP BUMN dan Danantara mendorong Pelindo sebagai tulang punggung konektivitas logistik.
Dony menambahkan, capaian laba tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas operasional dan penguatan kinerja bisnis secara menyeluruh. Ke depan, penguatan struktur korporasi diharapkan dapat mempercepat terciptanya ekosistem logistik yang lebih efisien dan kompetitif.
Langkah ini menjadi krusial mengingat sektor logistik merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan efisiensi yang terus ditingkatkan, Pelindo diyakini mampu mendukung daya saing produk Indonesia di pasar global.