UIN Raden Fatah Palembang Bekali Mahasiswa Jurnalistik Kemampuan AI Hadapi Disrupsi Media Digital dan Dakwah Modern

Penulis: Rizal Fikri  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 13:17:02 WIB
Mahasiswa Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang dibekali keterampilan AI untuk menghadapi disrupsi media digital.

PALEMBANG — Mahasiswa jurnalistik di UIN Raden Fatah Palembang kini tidak hanya dibekali kemampuan menulis berita atau menyusun siaran pers. Mereka juga dituntut menguasai kecerdasan buatan (AI) sebagai alat kerja utama di era digital.

Ketua Program Studi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang, Jufrizal, mengatakan bahwa pembekalan teknologi mutakhir ini menjadi program prioritas fakultas. Targetnya jelas: mencetak lulusan yang siap bersaing dan mempercepat visi universitas menjadi kampus unggul di tingkat Asia Tenggara.

Mengapa AI Krusial bagi Mahasiswa Jurnalisme?

Menurut Jufrizal, penguasaan AI sangat krusial bagi mahasiswa jurnalisme saat ini. Mereka harus memiliki pengalaman praktis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi terkini.

"Kampus memfasilitasi mahasiswa agar mampu menguasai tren teknologi komunikasi terbaru secara positif dan produktif," ujarnya di Palembang, Rabu.

Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan Dakwah Modern

Program ini dirancang tidak hanya untuk urusan jurnalistik semata. Jufrizal menegaskan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai peluang baru untuk memperluas jangkauan informasi dan penyebaran dakwah di masyarakat secara lebih efektif.

"Perkembangan AI tidak boleh dijauhi, melainkan harus dimanfaatkan sebagai peluang baru untuk memperluas jangkauan informasi dan penyebaran dakwah di masyarakat secara lebih efektif," kata Jufrizal.

Wawasan Jurnalisme Internasional hingga Malaysia

Pelatihan ini juga membuka wawasan mahasiswa terhadap praktik pemanfaatan AI di negara tetangga. Jufrizal menyebut Malaysia sebagai salah satu contoh bagaimana teknologi ini digunakan dalam industri media dan komunikasi.

Pelatihan ini merupakan wujud nyata kerja sama akademik berkelanjutan antara UIN Raden Fatah dengan perguruan tinggi lainnya. Ke depan, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga inovator yang mampu mengadaptasi AI untuk kebutuhan lokal.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top