Selama ini kamera BusPatrol dipasang di bus sekolah untuk menjerat pengendara yang nekat menerobos saat stop-arm dikeluarkan. Sistem ini sudah terbukti menguntungkan: di Montgomery County, Maryland, satu titik pemberhentian saja menghasilkan 11.500 tilang dalam satu dekade. Total denda yang dikeluarkan di seluruh county itu mencapai 92 juta dolar AS dari lebih dari 375.000 surat tilang.
Namun laporan dari 404 Media mengungkap bahwa perusahaan kini berniat memanfaatkan data dari pemindai pelat nomor portabel (license plate scanner) untuk kepentingan yang jauh lebih luas. Kamera akan memotret setiap kendaraan yang lewat di dekat bus yang dilengkapi sistem mereka, lengkap dengan data lokasi GPS. Informasi ini bisa dicari berdasarkan lokasi atau nomor pelat kendaraan.
Poin paling kritis dari rencana ini adalah tidak diperlukannya surat perintah penggeledahan (search warrant) bagi aparat untuk mengakses database tersebut. Padahal, pengalaman dengan sistem pengawasan serupa sudah menunjukkan potensi penyalahgunaan yang nyata.
Kamera Ring milik Amazon dan sistem pengawasan Flock, misalnya, sudah dikritik keras karena berbagi data dengan polisi. Investigasi mengungkap bahwa data dari kamera semacam itu digunakan untuk melacak lokasi seorang perempuan di Texas yang menjalani aborsi, serta memberikan informasi ke Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).
BusPatrol sudah lama bekerja sama dengan kepolisian setempat. Perusahaan merekam insiden pelanggaran, lalu mengirimkannya ke aparat untuk ditinjau. Jika polisi memutuskan ada pelanggaran, surat tilang langsung dikirim ke pemilik kendaraan. Model bisnis ini membuat BusPatrol tertanam dalam—kamera mereka kini beroperasi di 350 distrik sekolah di 24 negara bagian.
Kekhawatiran publik bukan isapan jempol belaka. Pada 2026, Amazon terpaksa membatalkan kemitraan keamanan dengan Flock setelah mendapat tekanan besar. Padahal, sebelumnya Ring direncanakan terintegrasi penuh ke ekosistem pengawasan Flock. Meski mundur, Amazon tetap bersikeras bahwa fitur tersebut akan berguna dalam situasi bencana besar. Sejumlah warga bahkan sudah mulai merobohkan kamera Flock sebagai bentuk protes.
Belum jelas apakah distrik sekolah atau pemerintah daerah akan turun tangan menghentikan rencana BusPatrol. Perusahaan juga belum memberi sinyal akan mundur dari integrasi pengawasan level ini. Yang pasti, perdebatan soal batas antara keamanan dan privasi di ruang publik kembali memanas—dan kali ini, bus sekolah yang seharusnya melindungi anak-anak, berpotensi menjadi alat pengawasan untuk semua orang.