Ratusan Mahasiswa BEM Nusantara Sumsel Kepung DPRD Palembang, Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Turunkan Harga Sembako

Penulis: Syahril Hamid  •  Senin, 15 Juni 2026 | 23:47:32 WIB
Ratusan mahasiswa BEM Nusantara Sumsel menggelar aksi di depan DPRD Palembang menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis.

PALEMBANG — Massa aksi menolak masuk ke dalam gedung dan meminta pimpinan dewan turun langsung menemui mereka. "Kami menuntut anggota DPRD Sumsel turun menemui kami. Hari ini kami ingin berbicara, tetapi tidak diperbolehkan masuk ke gedung rakyat," teriak seorang orator dari atas mobil komando.

MBG Dinilai Gagal, Program Lain Tak Berdampak

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti pelaksanaan program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Mereka menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tidak efektif dan perlu segera dievaluasi. "MBG sudah gagal dan pemerintah harus mengevaluasinya," tegas perwakilan mahasiswa.

Tak hanya MBG, program Koperasi Merah Putih juga menjadi sasaran kritik. Mahasiswa mempertanyakan efektivitas program tersebut yang dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil. "Masyarakat mana yang mau berbelanja di Koperasi Merah Putih? Maka dari itu, kita ingin bertemu dengan perwakilan rakyat untuk menyampaikan bahwa program ini tak bisa berlanjut," ujarnya.

Transparansi Anggaran dan Ruang Demokrasi Disorot

Selain persoalan program, massa aksi juga mendesak pemerintah pusat untuk lebih transparan dan akuntabel dalam penggunaan anggaran negara yang berasal dari pajak rakyat. Isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan berpendapat turut mewarnai aksi tersebut. "Presiden kita pelanggar HAM berat, wakil presiden kita anak haram konstitusi. Mereka pergi ke berbagai belahan dunia dengan uang pajak yang dibayarkan orang tua kita," jelas orator di hadapan aparat kepolisian yang berjaga.

Mahasiswa menilai ruang demokrasi harus tetap dijaga dan aspirasi publik tidak boleh dibatasi. Mereka menuntut perlindungan terhadap aktivis mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil yang kerap menghadapi kriminalisasi saat menyampaikan pendapat.

Aparat Kawal Ketat, Lalin Tersendat

Aksi unjuk rasa ini berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian yang memasang barrier di depan pintu masuk kantor DPRD Sumsel. Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di lokasi sambil menunggu perwakilan dewan menemui mereka. Akibat membludaknya massa di badan jalan, arus lalu lintas di sekitar Jalan POM IX Palembang sempat mengalami perlambatan signifikan.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: sumsel.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top