LAHAT — Empat tokoh masyarakat resmi menjadi kader baru DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lahat. Keputusan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno, Senin (15/6/2026).
Mereka adalah Afrizal Muslim, Lili Hartati, Karlina, dan Asrul. Keempatnya menyatakan siap bergabung dan berjuang bersama partai berlambang banteng moncong putih itu untuk Pemilu dan Pilkada mendatang.
Salah satu kader baru, Afrizal Muslim, menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan kader PDIP Lahat yang telah menerima mereka secara terbuka. Ia mengaku bangga bisa bergabung di momen yang penuh makna bagi partai.
“Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada segenap kader dan pengurus PDIP DPC Kabupaten Lahat yang pada momentum Bulan Bung Karno ini menerima dan merangkul kami sebagai kader baru. Ini menjadi kehormatan bagi kami untuk bisa ikut berjuang bersama,” ujar Afrizal.
Bendahara DPC PDIP Lahat, Sudarmawan, menyambut positif bergabungnya empat kader baru tersebut. Menurutnya, Bulan Bung Karno menjadi momentum sakral bagi PDIP untuk meneladani semangat perjuangan Proklamator RI.
“Ini sangat luar biasa. Di bulan yang sakral bagi PDIP karena penuh dengan semangat perjuangan Bung Karno, kami juga mendapatkan tambahan empat kader baru yang telah menyatakan sikap untuk bergabung dan berjuang bersama PDIP Kabupaten Lahat,” kata Sudarmawan.
Ia menambahkan, kehadiran kader-kader baru diharapkan mampu memperkuat soliditas internal partai. Target utama partai adalah memenangkan Pemilu serta meraih kemenangan pada pemilihan Bupati Lahat dan Gubernur Sumatera Selatan.
“Kami berharap bergabungnya empat kader baru ini dapat menambah energi dan semangat perjuangan seluruh kader untuk menyongsong Pemilu dan Pilkada mendatang. Target kami tentu memenangkan Pemilu serta meraih kemenangan pada pemilihan Bupati Lahat dan Gubernur Sumatera Selatan,” tegasnya.
Peringatan Bulan Bung Karno sendiri menjadi agenda rutin PDIP setiap Juni. Kegiatan ini digunakan sebagai momentum memperkuat ideologi, semangat gotong royong, serta konsolidasi kader menjelang agenda politik berikutnya.