Pemprov Sumsel Kebut Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin, Target Dongkrak Ekspor Kopi hingga Batu Bara

Penulis: Hamdani Putra  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 20:28:31 WIB
Pemerintah Provinsi Sumsel percepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin.

PALEMBANG — Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memasuki babak baru. Pemerintah provinsi bersama konsorsium dan Kementerian Investasi kini mematangkan pembentukan badan usaha pelaksana (BUP) serta ekosistem pendukung proyek tersebut.

Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menyatakan bahwa percepatan realisasi pelabuhan internasional ini menjadi komitmen utama pemprov. Kehadirannya dinilai krusial untuk menghentikan ketergantungan ekspor komoditas Sumsel pada pelabuhan di luar provinsi.

"Kami datang ke Pelindo untuk mendorong percepatan pembangunan Tanjung Carat. Pembangunan jalan tol menuju Tanjung Carat juga harus dipercepat agar kemacetan dapat diminimalkan," kata Cik Ujang dalam keterangan resmi, Senin lalu.

Komoditas Unggulan yang Terhambat Logistik

Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari kopi, karet, batu bara, hingga kelapa sawit. Namun, selama ini sebagian besar komoditas tersebut masih harus diekspor melalui pelabuhan di luar Sumsel, seperti Pelabuhan Panjang di Lampung atau Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Kondisi itu membuat biaya logistik membengkak dan daya saing produk di pasar global melemah. Masyarakat Sumsel, menurut Cik Ujang, sangat menantikan kehadiran Tanjung Carat sebagai pintu keluar utama ekspor daerah.

"Masyarakat Sumsel sangat mengharapkan Tanjung Carat segera terwujud. Karena itu, kami hadir lengkap dari Sumsel sebagai bentuk keseriusan dan dukungan agar proyek strategis ini dapat segera direalisasikan," ujarnya.

Ekosistem Pelabuhan Tak Bisa Berdiri Sendiri

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen, menegaskan bahwa pembangunan fisik pelabuhan saja tidak cukup. Ia menyoroti pentingnya kesiapan ekosistem penunjang yang matang.

Menurut Ichsan, aspek yang harus dipersiapkan mencakup konektivitas jalan, kesiapan pengguna jasa atau off taker, serta fasilitas pendukung lainnya. "Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat memiliki banyak aspek yang harus dipersiapkan, terutama infrastruktur pendukung," katanya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan pengalaman, sebuah ekosistem pelabuhan tidak dapat berdiri sendiri. Rapat pembahasan konsorsium dan penyiapan badan usaha pelaksana (BUP) pun terus dimatangkan agar proyek ini berjalan sesuai target.

Harapan Baru bagi Perekonomian Sumsel

Proyek Pelabuhan Tanjung Carat telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan adanya pelabuhan ini, pemerintah optimistis arus logistik menjadi lebih lancar, kemacetan di jalur eksisting bisa diminimalkan, dan nilai tambah bagi perekonomian Sumsel akan meningkat signifikan.

Cik Ujang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mengawal proses percepatan selama hampir satu tahun terakhir, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Ia berharap seluruh tahapan, termasuk penyiapan kawasan penunjang kontainer, dapat rampung sesuai jadwal.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top