Bromo KOM 2026 memasuki penyelenggaraan ke-12. Ajang ini dikenal memiliki rute berat dengan titik finis di kawasan Wonokitri, lereng Gunung Bromo. Banyak pesepeda menyebutnya sebagai “naik hajinya para cyclist” karena tantangan tanjakan panjang dan ketinggian yang harus ditaklukkan.
Start dari Mapolda Jawa Timur, peserta mengayuh hingga garis akhir di Pasuruan. Bripda Ade bersaing dengan atlet dalam negeri dan peserta dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, Malaysia, hingga Australia. Capaian ini membuktikan pembinaan atlet sepeda di lingkungan Polda Sumsel terus menunjukkan grafik positif.
Wakil Ketua Cabang Olahraga Sepeda Polda Sumsel, AKBP Ahmad Budi Martono, mengatakan keberhasilan ini bukan sekadar medali. Menurutnya, hal itu menunjukkan personel Polri mampu profesional dalam tugas kepolisian sekaligus berprestasi di bidang olahraga.
“Ini bukan hanya prestasi pribadi Bripda Ade, tetapi juga kebanggaan bagi Polda Sumsel dan masyarakat Sumatera Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, atlet-atlet sepeda Polda Sumsel terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan dan mampu tampil di berbagai kejuaraan bergengsi,” kata Ahmad Budi dalam keterangan yang diterima di Palembang.
Ia menambahkan, kultur bersepeda di lingkungan Polda Sumsel kini semakin meluas. Sejumlah personel rutin mengikuti kejuaraan regional, nasional, hingga internasional sebagai bagian dari pembinaan prestasi dan peningkatan kebugaran.
Bagi Polda Sumsel, prestasi ini bukan yang pertama. Sebelumnya, institusi ini mengirimkan personel untuk berlaga di World Police and Fire Games di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Tradisi ini diharapkan terus berlanjut.
“Yang paling penting bukan hanya soal medali, tetapi bagaimana anggota Polda Sumsel mampu menunjukkan disiplin, daya juang, dan semangat kompetitif yang positif. Mudah-mudahan prestasi ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak atlet dari Sumsel yang tampil di level nasional maupun internasional,” pungkas Ahmad Budi.