Sultan SMB IV secara langsung menyoroti pergeseran konsep dalam pemilihan tahun ini. Ia menilai bahwa sebelumnya ajang serupa terlalu mengedepankan aspek seremonial atau "pegean biasa", namun kali ini para finalis telah dibekali pemahaman dasar tentang adat dan budaya Palembang sebelum bersaing.
“Saya lihat banyak sekali perubahan daripada pemilihan sebelumnya yang sangat mengedepankan pegean biasa seperti pada umumnya. Tapi saya melihat di sini lebih menitikberatkan pada penguatan karakter budaya setiap individunya,” ujar Sultan dalam sambutannya di hadapan para finalis dan tamu undangan.
Menurut Sultan, setiap finalis sudah memiliki pemahaman tentang adat dan budaya kota Palembang, yang menjadi modal utama sebagai duta daerah.
Sebanyak 15 pasang finalis Cek Bagus dan Cek Ayu Palembang 2026 bersaing di hadapan dewan juri yang menilai empat aspek utama: pengetahuan budaya, kepribadian, kemampuan komunikasi, dan potensi sebagai representasi generasi muda Kota Palembang. Ajang ini mengusung tema “Belagak dalam Berbudaya Menuju Palembang Berdaya dan Sejahtera”.
Kemeriahan acara bertambah dengan kehadiran dua juri kehormatan yang menjadi inspirasi bagi para finalis. Mereka adalah Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2026 sekaligus Top 16 Puteri Indonesia 2026, Ayu Sulistiani, serta Puteri Indonesia Pariwisata 2024 dan Miss Cosmo 2024, Ketut Permata Juliastrid Sari.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang sekaligus Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Kgs. H. Sulaiman Amin. Ia menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah sebagai identitas Kota Palembang.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, juga memberikan pesan khusus kepada para finalis. Ia berharap Cek Ayu dan Cek Bagus yang terpilih tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu menjadi duta budaya yang aktif melestarikan kearifan lokal.
“Dan pastinya harapan kita juga dapat terus melestarikan kebudayaan di kota Palembang,” kata Dewi Sastrani yang hadir didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang, Hj. Ida Royani Aprizal.
Sultan SMB IV menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada para pemenang dan berharap mereka dapat memajukan budaya di kota Palembang, bukan sekadar melestarikannya tetapi juga mengembangkannya bersama sebagai generasi penerus.