Timah Gandeng Perminas, Olah Mineral Ikutan Jadi Logam Tanah Jarang untuk Industri

Penulis: Syahril Hamid  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 18:19:01 WIB
Timah dan Perminas menjalin kerja sama pengolahan mineral tanah jarang untuk industri.

SUMATERA SELATAN — Kerja sama ini berangkat dari pembagian peran yang jelas. Timah sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) memiliki sumber daya mineral tanah jarang, sementara Perminas mendapat mandat khusus untuk mengembangkan hilirisasi logam tanah jarang di Indonesia.

"Dengan Perminas ini kita sudah banyak diskusi. Kita berdua sudah ada kerangka kerja sama. Kita sudah setuju," kata Vice President Director PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta, di Jakarta, Jumat (12/6).

Skema Bisnis: Timah Bayar Jasa Olah, Produk Kembali ke Timah

Dalam konsep awal yang disepakati, seluruh mineral tanah jarang milik Timah akan diproses dan dimurnikan di fasilitas Perminas. Setelah melalui proses pengolahan dan pemurnian, produk jadi logam tanah jarang akan dikembalikan ke Timah.

"Semua nanti mineral tambang kita yang tanah jarang akan dimurnikan di Perminas. Nanti hasilnya akan dikembalikan ke TIMAH. Sementara seperti itu konsepnya," ujar Harry.

Ia menjelaskan, Timah akan membayar jasa pengolahan kepada Perminas. Selanjutnya, produk logam tanah jarang yang sudah murni itu akan dipasarkan oleh Timah. "Kemungkinan besar komersialisasinya juga ke Perminas," tambahnya.

Perminas Cari Mitra Teknologi untuk Pemurnian

Harry mengungkapkan, Perminas akan mencari mitra teknologi yang kompeten untuk menjalankan proses pengolahan dan pemurnian. Perusahaan itu akan berpartner dengan penyedia teknologi guna memastikan hasil pemurnian sesuai standar industri.

"Namanya IUP, kemudian mineralnya ada di TIMAH. Jadi mungkin kerangkanya nanti adalah Perminas akan mencari mitra teknologi. Kemudian berpartner dengan penyedia teknologi untuk melakukan pengolahan dan pemurnian," jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi mineral strategis, termasuk logam tanah jarang yang banyak digunakan dalam industri baterai, elektronik, hingga pertahanan. Dengan adanya kerja sama ini, Timah dan Perminas berharap dapat memaksimalkan nilai tambah dari mineral ikutan yang selama ini kurang tergarap.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top