KAYUAGUNG — Musda II IGI OKI menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan arah organisasi di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan Sumsel. Acara yang dibuka oleh Wakil Ketua IGI Provinsi Sumatera Selatan, Sarono P Sasmito, S.Pd., M.Pd., ini dihadiri pengurus dan perwakilan anggota dari seluruh kecamatan se-Kabupaten OKI.
Dalam sambutannya, Sarono menekankan bahwa IGI tidak ingin terseret dalam pusaran konflik organisasi lain. Fokus utama organisasi, menurut dia, tetaplah pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui program kerja yang terukur.
Alih-alih larut dalam isu dualisme PGRI, Musda II justru mematangkan program andalan bertajuk "Satu Guru Satu". Program ini terdiri dari lima pilar yang saling terkait, yaitu:
“Program ‘Satu Guru Satu’ ini menjadi ciri khas IGI untuk mendorong setiap guru tidak hanya mengajar, tetapi juga berkarya dan berinovasi. Apapun situasi organisasi lain, kami tetap konsisten memajukan profesi guru dan dunia pendidikan,” tegas Sarono dalam pidatonya di hadapan peserta Musda.
Setelah melalui serangkaian sidang pleno, Socco Atmaja, S.Si., resmi menggantikan Dwi Ernila, M.Si., yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2026. Kepemimpinan Socco diharapkan mampu membawa angin segar bagi pengembangan organisasi di tingkat kabupaten, terutama dalam merealisasikan program-program yang telah dirancang.
Selain pemilihan ketua, Musda II juga mengagendakan evaluasi kinerja tahun sebelumnya dan penyusunan strategi pengembangan organisasi ke depan. Dengan tersusunnya rencana kerja yang jelas, IGI OKI optimistis dapat melahirkan guru-guru profesional yang berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Bumi Serasan Sekundang.