SUMATERA SELATAN — Duel Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan berlangsung di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah di Mexico City. El Tri tidak butuh waktu lama untuk memecah kebuntuan.
Julian Quinones menjadi bintang lapangan. Umpan matang Erik Lira langsung disambar penyerang berusia 29 tahun itu dengan penyelesaian akhir yang mematikan. Kiper Afrika Selatan tak berkutik.
Gol tersebut lahir saat laga baru berjalan sembilan menit. Keunggulan cepat ini membuat Meksiko bisa mengatur ritme permainan dan menekan lawan tanpa tergesa-gesa.
Kemenangan ini memperpanjang catatan istimewa Meksiko. El Tri kini tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan pembuka Piala Dunia terakhir. Catatan ini menjadi modal berharga untuk lolos ke fase gugur.
Superkomputer Opta sebelumnya sudah memprediksi hasil ini. Meksiko ditempatkan sebagai favorit dengan peluang kemenangan mencapai 66,3 persen. Hasil di lapangan membuktikan data tersebut akurat.
Tiga poin perdana langsung membawa Meksiko memuncaki klasemen sementara. Posisi ini vital untuk menjaga asa lolos ke babak 16 besar. Afrika Selatan harus segera bangkit di laga berikutnya.
Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian berat bagi kedua tim. Meksiko akan menghadapi lawan yang lebih tangguh, sementara Afrika Selatan wajib meraih poin untuk menjaga peluang.
Statistik mencatat Meksiko tidak mendominasi penguasaan bola secara mutlak. Namun, penyelesaian akhir yang klinis menjadi faktor penentu. Satu peluang di menit awal langsung dikonversi menjadi gol.
Afrika Selatan sebenarnya beberapa kali mengancam. Namun, pertahanan Meksiko yang solid mampu meredam setiap serangan lawan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan.