PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang menginstruksikan ketua RT sebagai garda terdepan dalam pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing. Wali Kota Ratu Dewa menekankan bahwa pendekatan persuasif dari pengurus RT dinilai paling efektif karena mereka bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari warga.
"Kami meminta para ketua RT tidak bosan-bosan mengingatkan warganya. Edukasi dan imbauan yang konsisten dari tingkat bawah adalah kunci utama pencegahan," ujar Ratu Dewa di Palembang, Jumat.
Menurut data Pemkot Palembang, potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk paling sering dipicu oleh hal-hal sepele. Korsleting listrik dan kompor yang tidak dimatikan saat penghuni meninggalkan rumah menjadi penyebab dominan.
Ketua RT diminta mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala. Pengecekan rutin ini diharapkan dapat menghindari hubungan arus pendek yang kerap memicu kobaran api di malam hari.
Pemkot Palembang juga mendorong sinkronisasi antara pengurus RT dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) setempat. Kerja sama ini mencakup pemetaan wilayah rawan kebakaran serta edukasi soal langkah pertolongan pertama saat percikan api mulai muncul.
Selain kebakaran rumah tinggal, Ratu Dewa mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan. Sebelumnya, Pemkot Palembang telah membentuk tim sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk 2026. Tim itu akan berkoordinasi dengan TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat.
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sinta Andayani mengungkapkan bahwa cuaca di Sumsel saat ini didominasi cerah hingga berawan. Penurunan intensitas hujan dipicu oleh mulai aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering.
"Monsun Australia yang mulai aktif menyebabkan kandungan uap air di atmosfer menjadi sangat minim. Selain itu, faktor dinamika atmosfer saat ini kurang berpengaruh terhadap proses pembentukan awan hujan," katanya.
Secara klimatologis, Sumatera Selatan telah resmi memasuki awal musim kemarau. Berkurangnya tutupan awan membuat pancaran sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi secara optimal, yang mengakibatkan lonjakan suhu udara dan penurunan kelembaban secara signifikan.
Melalui gerakan preventif yang dimotori struktur RT, Pemkot Palembang optimistis angka kasus kebakaran di wilayah perkotaan maupun permukiman padat dapat ditekan seminimal mungkin. Warga diminta tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga aktif menjaga lingkungan masing-masing.