Tiga Proyek Panas Bumi PGE Raih Pendanaan Rp 7,6 Triliun, Laba Bersih Melonjak 40 Persen

Penulis: Hamdani Putra  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:26:31 WIB
Tiga proyek panas bumi PGE di Sumatera Selatan dan Sulawesi Utara raih pendanaan Rp 7,6 triliun.

SUMATERA SELATAN — Pendanaan segar itu akan digunakan untuk menggarap PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 di Sumatera Selatan, serta PLTP Lahendong Unit 7–8 di Sulawesi Utara. Total kapasitas terpasang dari ketiga proyek ini mencapai 160 megawatt (MW).

Dua Sumber Pendanaan, Satu Target: Percepatan Transisi Energi

Berdasarkan Green Book 2026 yang diterbitkan Bappenas, PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 masing-masing mendapat alokasi pinjaman dari JICA sebesar US$158,86 juta dan US$148,97 juta. Proyek ini ditargetkan beroperasi secara komersial (COD) pada 2030 dan 2032. Sementara itu, PLTP Lahendong Unit 7–8 memperoleh pendanaan US$170,04 juta dari Bank Dunia dengan target COD pada 2030.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menjelaskan, masuknya proyek-proyek ini ke dalam buku hijau Bappenas menjadi bukti kesiapan teknis, finansial, dan lingkungan yang telah terverifikasi. “Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE,” ujarnya.

Skema pendanaan yang digunakan adalah concessional loan atau pinjaman lunak dengan suku bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang dibandingkan pembiayaan komersial. Hal ini diyakini bisa menjaga struktur biaya utang (cost of debt) tetap kompetitif dan meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.

Produksi Listrik Pecah Rekor, Laba Ikut Terbang

Capaian pendanaan ini berjalan seiring dengan kinerja operasional yang moncer. Sepanjang 2025, PGE mencatatkan produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) sebesar 5.095 GWh, tumbuh 5,55 persen dibanding tahun sebelumnya. Tren positif berlanjut pada kuartal I-2026 dengan produksi mencapai 1.370 GWh, naik 15,22 persen secara tahunan.

Lonjakan produksi itu mendorong pendapatan PGE pada tiga bulan pertama 2026 menjadi US$116,56 juta, meningkat 14,8 persen dari US$101,507 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih pun ikut terdongkrak 40 persen menjadi US$43,90 juta.

Peta Jalan Menuju 3 GW dan Pasokan Listrik Rendah Emisi

Ketiga proyek yang didanai merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 gigawatt (GW). PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, sudah memiliki Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PPA). Setelah beroperasi, proyek-proyek ini akan menambah pasokan listrik rendah emisi ke sistem kelistrikan nasional sekaligus memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi Indonesia.

Pencapaian ini menempatkan PGE di posisi strategis di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih global. Dengan portofolio proyek yang semakin matang dan akses ke pendanaan murah, perseroan optimistis bisa menjadi tulang punggung transisi energi nasional.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top