SUMATERA SELATAN — Gelandang Timnas Inggris, Jordan Henderson, memuji riset "level tertinggi" dari tim pendukung di belakang skuad yang memungkinkan adopsi teknologi ini. Perangkat tersebut dirancang untuk menurunkan suhu inti tubuh secara signifikan, yang krusial untuk pemulihan selama pertandingan dan peningkatan performa di lapangan.
Pada Selasa lalu, suhu di West Palm Beach, Florida, mencapai 32 derajat Celcius saat sesi latihan perdana Inggris. Kondisi ini membuat staf pelatih langsung mengaktifkan protokol adaptasi cuaca panas. Tim medis yakin pendinginan telapak tangan—area tubuh dengan pembuluh darah dekat permukaan kulit—bisa menjadi kunci untuk menjaga kebugaran pemain.
Manchester United diketahui sudah menggunakan teknologi serupa untuk atlet mereka. Inggris berencana memakai alat ini tidak hanya saat sesi latihan, tetapi juga selama jeda minum (water breaks) yang dijadwalkan dalam pertandingan Piala Dunia nanti.
Henderson menjelaskan bahwa minggu pertama pemusatan latihan difokuskan untuk membangun kapasitas tubuh terhadap kondisi panas. "Pertandingan uji coba nanti akan bagus untuk itu," ujar pemain Brentford tersebut.
Ia menambahkan, "Tim di belakang tim telah melakukan riset level tertinggi soal pendinginan dan pemulihan. Semoga itu bisa memberi kami sedikit keunggulan saat memasuki turnamen."
Inggris akan menjalani dua laga uji coba sebelum turnamen dimulai. Mereka menghadapi Selandia Baru pada Sabtu, 6 Juni (pukul 21:00 BST) dan Kosta Rika pada Rabu, 10 Juni (pukul 21:00 BST).
Di bawah asuhan Thomas Tuchel, skuad The Three Lions memulai kampanye Piala Dunia melawan Kroasia pada 17 Juni, disusul Ghana pada 23 Juni, dan Panama pada 27 Juni. Tiga pertandingan fase grup itu akan menjadi ujian nyata efektivitas teknologi pendingin di tengah tekanan cuaca dan kompetisi.