SUMATERA SELATAN — Peringatan ini mencakup 2.296 unit Bronco Sport produksi 2021–2026 dan 2.357 unit Maverick produksi 2022–2026. Menurut laporan penarikan yang diserahkan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), masalahnya ada pada ball joint lower control arm depan yang tidak dirakit dengan benar. Sebagian lainnya bahkan diketahui telah diperbaiki secara keliru sejak masih di pabrik.
Ford menjelaskan bahwa cacat ini menyebabkan ball stud hanya terkait sebagian ke knuckle. Akibatnya, sambungan ball joint bisa terlepas total dari knuckle, membuat sasis depan ambrol. Dalam skenario terburuk, pengemudi bisa kehilangan kendali kemudi dan menyebabkan kecelakaan.
Meski begitu, pabrikan asal Dearborn ini menyatakan belum menerima laporan kecelakaan atau cedera akibat masalah tersebut. Ford juga meyakini bahwa gejala akan muncul di awal masa pakai kendaraan, bukan setelah bertahun-tahun digunakan.
Solusinya cukup sederhana: bawa Bronco Sport atau Maverick Anda ke diler Ford atau Lincoln. Teknisi akan memeriksa ball joint dan mengencangkan sambungan ke knuckle jika diperlukan. Semua biaya inspeksi dan perbaikan ditanggung penuh oleh pabrikan.
Ford telah memberi tahu jaringan dilernya. Pemilik kendaraan akan mulai dihubungi pada 5 Juni mendatang. Pabrikan juga meminta pemilik untuk bekerja sama dengan diler setempat — mobil bisa diperiksa di lokasi pemilik atau diderek ke bengkel, semuanya gratis.
Baik Bronco Sport maupun Maverick tidak dijual resmi oleh Ford Indonesia. Namun, kedua model ini cukup populer di pasar mobil impor (CBU) melalui jalur importir umum. Pemilik unit Bronco Sport dan Maverick di Indonesia disarankan untuk mengecek nomor rangka kendaraan melalui situs NHTSA atau menghubungi importir tempat mereka membeli mobil.
Ford belum merilis daftar nomor VIN spesifik yang terdampak. Namun, karena populasi recall terbilang kecil — hanya 4.653 unit — kemungkinan besar masalah ini terbatas pada batch produksi tertentu di pabrik Hermosillo, Meksiko, tempat kedua model dirakit.