SUMATERA SELATAN — Belanda tergabung di Grup F Piala Dunia 2026. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 itu akan menjadi panggung pembuktian bagi generasi emas baru De Oranje.
Van Dijk menilai perjalanan di Euro 2024 bukan sekadar statistik. Pengalaman bermain di laga-laga tekanan tinggi, menurutnya, menjadi bekal psikologis yang krusial untuk turnamen nanti.
"Kami membawa pengalaman dari final terakhir yang kami mainkan, baik secara pribadi maupun untuk tim. Dan mudah-mudahan kami bisa melakukan sesuatu dengan hal itu, untuk meraih kesuksesan," ujar bek Liverpool itu dalam wawancara dengan situs resmi FIFA.
Di Piala Dunia 2026, Belanda akan bersaing dengan Jepang, Swedia, dan Tunisia untuk memperebutkan tiket ke babak gugur. Laga pertama yang paling dinanti adalah duel kontra Jepang.
Jadwal matchday 1 akan mempertemukan Belanda dengan Jepang di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada 15 Juni 2026 dini hari WIB. Laga ini diprediksi menjadi penentu langkah awal De Oranje.
Setelah itu, Belanda akan menghadapi Swedia di laga kedua, sebelum menutup fase grup melawan Tunisia. Van Dijk menekankan bahwa faktor non-teknis juga ikut menentukan hasil akhir.
"Di turnamen final, ini bukan hanya tentang siapa yang memiliki pemain-pemain terbaik. Ada beberapa faktor yang menentukan apakah kami akan sukses atau tidak," kata pemain berusia 33 tahun itu.
Van Dijk menambahkan bahwa bermain di Piala Dunia adalah puncak karier bagi setiap pemain. Ia meminta seluruh skuad untuk tidak terbebani ekspektasi, tetapi justru menikmati setiap momen.
"Jadi, kami akan memperjuangkannya, dan kami juga harus menikmatinya, karena ini adalah puncak dari segalanya — mewakili negara Anda di Piala Dunia. Kami benar-benar sangat menantikannya," pungkasnya.
Dengan skuad yang dihuni pemain-pemain berpengalaman dari liga-liga top Eropa, Belanda memang layak diperhitungkan. Namun, turnamen empat tahunan selalu punya cerita kejutan sendiri.