PALEMBANG — Upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila digelar khidmat oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan pada Senin (1/6). Seluruh pegawai, mulai dari pejabat tinggi, struktural, hingga fungsional, mengikuti prosesi pengibaran bendera merah putih di lapangan kantor wilayah setempat.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumsel, Maju Amintas Siburian, membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam amanat tersebut, tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" diangkat sebagai pengingat bahwa Pancasila bukan hanya perekat bangsa, tetapi juga jangkar moral untuk menjawab tantangan global.
Usai membacakan amanat, Kakanwil memberikan penegasan khusus kepada seluruh peserta upacara. Ia mengingatkan bahwa bagi insan Kemenkum Sumsel, mengamalkan Pancasila berarti berkomitmen penuh pada pelayanan hukum yang berkeadilan.
Dalam pidato yang dibacakan Kakanwil, Kepala BPIP mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menghafal butir-butir Pancasila. Nilai-nilai luhur itu harus menyatu dalam tindakan dan keputusan sehari-hari, bukan sekadar menjadi pajangan di dinding kantor atau teks mati di buku sejarah.
"Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh dibiarkan hanya menjadi pajangan dinding kantor atau teks mati di buku sejarah," demikian bunyi amanat Kepala BPIP yang dibacakan dalam upacara tersebut.
Amanat tersebut juga mengingatkan para menteri dan aparatur negara untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir selalu berpihak pada keadilan sosial. Hak-hak masyarakat, terutama yang terkecil, harus dijamin dalam setiap produk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum bagi jajaran Kemenkum Sumsel untuk merefleksikan kembali peran mereka sebagai pelayan hukum masyarakat di Sumatera Selatan. Komitmen untuk memberikan pelayanan yang bersih dan transparan menjadi target utama yang ditekankan oleh Kakanwil.