SUMATERA SELATAN — Penurunan harga menyasar dua produk utama diesel nonsubsidi, yaitu Pertamina Dex dan Dex Series. Keputusan ini diumumkan perusahaan pada pekan lalu, bersamaan dengan penyesuaian harga Pertamax Turbo yang juga berlaku mulai tanggal yang sama.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan diesel, terutama armada logistik dan transportasi umum yang selama ini menjadi konsumen utama Dex Series. Dengan turunnya harga, biaya operasional harian di sektor tersebut diperkirakan ikut berkurang.
Pertamina Patra Niaga belum merinci angka pasti penurunan per liter untuk masing-masing produk. Namun, perusahaan memastikan bahwa penyesuaian ini berlaku untuk seluruh jaringan SPBU Pertamina di Indonesia.
Sebelumnya, harga Pertamina Dex dan Dex Series berada di kisaran Rp 13.950 hingga Rp 14.200 per liter di Jakarta dan sekitarnya. Dengan penurunan ini, masyarakat diharapkan bisa merasakan langsung manfaatnya dalam waktu dekat.
Tidak hanya diesel, Pertamina juga menyesuaikan harga Pertamax Turbo—BBM nonsubsidi dengan oktan tinggi. Penyesuaian ini bersifat dua arah: ada wilayah yang mengalami penurunan, namun ada pula yang naik tipis tergantung pada dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Pertamax Turbo sebelumnya dibanderol rata-rata Rp 14.400 per liter di Pulau Jawa. Perubahan harga ini diharapkan tetap kompetitif dibandingkan produk sejenis dari kompetitor.
Kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin harga BBM nonsubsidi yang dilakukan setiap bulan. Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penyesuaian harga ini tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta keekonomian perusahaan.
Bagi pengguna pribadi, penurunan harga Dex Series berarti pengeluaran bahan bakar bulanan bisa berkurang. Sementara untuk sektor industri, terutama perusahaan logistik dan transportasi, penurunan ini bisa menekan biaya distribusi barang.
Di sisi lain, penyesuaian Pertamax Turbo tidak akan berdampak signifikan pada konsumen pengguna kendaraan bensin premium. Namun, pengguna mobil berperforma tinggi atau yang membutuhkan oktan tinggi tetap perlu mencermati perubahan harga di SPBU terdekat.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menyediakan energi berkualitas dengan harga yang wajar. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan terus dievaluasi secara berkala mengikuti pergerakan pasar global dan kebijakan pemerintah.