Laba DEFEND ID Meroket 430 Persen Jadi Rp913 Miliar di 2025, Ditopang Kontrak Rp113 Triliun

Penulis: Amril Fauzan  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 19:08:01 WIB
Laba DEFEND ID melonjak 430 persen menjadi Rp913 miliar pada 2025 didukung kontrak senilai Rp113 triliun.

SUMATERA SELATAN — Kenaikan laba yang spektakuler itu tidak lepas dari pendapatan usaha yang tembus Rp20,71 triliun. Manajemen menyebut efisiensi di seluruh lini dan eksekusi proyek yang tepat waktu menjadi motor utama pertumbuhan.

Kontrak Rp113 Triliun Jadi Bantalan Bisnis

DEFEND ID menutup tahun 2025 dengan total kontrak senilai Rp113,85 triliun. Nilai itu terdiri dari kontrak carry over sebesar Rp94,78 triliun dan kontrak baru Rp19,07 triliun. Simpanan pekerjaan sebesar itu memberikan visibilitas pendapatan untuk beberapa tahun ke depan.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) selaku induk holding, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., mengatakan capaian ini merupakan fondasi penting bagi perusahaan. Menurutnya, hasil positif ini buah dari transformasi bisnis yang berkelanjutan dan sinergi di ekosistem industri pertahanan.

Aset Menguat, Karyawan Didominasi Teknisi

Kesehatan finansial holding juga terlihat dari peningkatan aset dan ekuitas yang membuat status perusahaan berada di kategori BBB+. Artinya, prospek pertumbuhan dinilai berkelanjutan dan risiko gagal bayar rendah.

Di sisi sumber daya manusia, DEFEND ID mempekerjakan 11.022 tenaga profesional. Lebih dari 60 persen di antaranya bergerak di bidang produksi dan teknik. Komposisi ini menunjukkan fokus perusahaan pada penguasaan teknologi tinggi dan manufaktur, modal penting untuk bersaing di pasar global.

Joga menambahkan, komitmen insan perusahaan menjadi faktor penentu dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Dengan struktur keuangan yang kokoh dan kontrak raksasa di tangan, DEFEND ID optimistis melanjutkan tren positif pada tahun-tahun mendatang.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: babelinsight.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top