PALEMBANG — Rata-rata tabungan mandiri generasi Z hanya sekitar 10,17 persen dari total pendapatan, sementara sebagian besar penghasilan justru habis untuk konsumsi jangka pendek. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru juga menempatkan kelompok usia muda sebagai segmen dengan pemahaman keuangan paling rendah.
Kondisi itu diperparah temuan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang mencatat sekitar 15 persen anak muda mengalami pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan setidaknya satu kali dalam sebulan. Angka ini menjadi alarm bagi pentingnya edukasi finansial sistematis di kalangan mahasiswa dan pelajar.
“Semakin kita cepat menyadari dan menyusun perencanaan sedemikian rupa maka akan semakin baik dampaknya di masa mendatang,” ujar Fadhilah Ramadhini, Asisten Manajer Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan, dalam opening speech di Auditorium OJK Sumsel.
Silvia Marshanda Fernandez, TPL Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sumsel, memaparkan bahwa perencanaan keuangan berdampak jangka panjang bisa dimulai dari langkah paling dasar. Memahami kondisi finansial pribadi, membedakan kebutuhan dan keinginan, mempersiapkan dana darurat, hingga memastikan legalitas investasi menjadi fondasi utama.
“Perencanaan keuangan yang berdampak jangka panjang bisa dimulai dengan hal sederhana seperti memahami kondisi keuangan, melakukan investasi terpercaya, mempersiapkan dana darurat, serta memastikan legalitas keuangan kita,” jelas Silvia.
Kegiatan bertajuk “Earn, Manage, Grow: How Young Generation Builds Financial Stability” ini merupakan rangkaian program GESIT (Gen LIMAS Visit) yang digagas komunitas binaan OJK. President of Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, menegaskan bahwa forum ini adalah bentuk nyata komitmen memberikan edukasi ke setiap lapisan masyarakat di Sumatera Selatan.
“Besar harapan kami apa yang nantinya disampaikan dapat bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir,” ujar Febrin.
Ketua Komunitas Uang Kita by Kementerian Keuangan Regional Palembang, M. Rafli Alfariansyah, S.H., mengapresiasi kolaborasi ini. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan terencana.
Agar materi lebih membekas, panitia merancang sesi diskusi interaktif, post-test, dan permainan teka-teki silang (TTS) sebagai alat evaluasi sekaligus hiburan edukatif. Gen LIMAS juga membagikan merchandise kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Materi lain disampaikan oleh anggota Gen LIMAS, Frillyanisa Syakira Purnama, yang membahas strategi mengatur pemasukan agar generasi muda mampu menciptakan financial stability di masa depan. Gen LIMAS berkomitmen terus menghadirkan program edukatif sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi Zillenial di Sumatera Selatan.