SUMATERA SELATAN — Keputusan Thomas Tuchel mengumumkan skuad Inggris untuk Piala Dunia musim panas ini menyisakan kontroversi. Salah satu nama yang paling disorot adalah Jordan Henderson, gelandang Brentford berusia 35 tahun yang lebih banyak duduk di bangku cadangan musim ini. Di sisi lain, Adam Wharton yang tampil konsisten bersama Crystal Palace justru harus terpinggirkan.
Di Red Bull Arena, Leipzig, Rabu (27/5) dini hari WIB, Wharton membuktikan kualitasnya. Dalam laga melawan Rayo Vallecano, pemain berusia 22 tahun itu mengendalikan lini tengah The Eagles. Ia menyelesaikan mayoritas umpannya, memenangkan duel, dan hanya sekali kehilangan bola.
Puncaknya, Wharton membuka ruang tembak dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Rayo Vallecano, Augusto Batalla, memblok bola. Bola muntah langsung disambar Jean-Philippe Mateta menjadi gol kemenangan Crystal Palace.
Usai pertandingan, Wharton angkat bicara soal pencoretannya dari skuad The Three Lions. Ia mengaku tak punya waktu untuk bersedih.
"Itulah sepak bola. Tidak ada jaminan saya akan pergi ke Piala Dunia. Saya tidak akan duduk di sini dan menangis karenanya," ujar Wharton kepada TNT Sports. "Saya tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti itu. Ini bukan akhir dunia, saya masih muda. Semoga ada turnamen dan Piala Dunia lain yang bisa saya ikuti di masa depan."
Meski kata-katanya terdengar tegar, nada bicara Wharton dalam konferensi pers terlihat sendu. Ia jelas kecewa, namun memilih untuk tetap profesional.
Keputusan Tuchel membawa Henderson terasa janggal. Gelandang dengan 88 caps itu bahkan tidak tampil di Euro 2024. Dalam pandangan banyak pengamat, Wharton adalah opsi yang lebih segar dan lebih berdampak untuk skuad muda Inggris saat ini.
Seperti ditulis FourFourTwo, Henderson bisa saja dibawa sebagai "pelatih" atau mentor di ruang ganti, mirip peran kiper ketiga Jason Steele. Dengan begitu, Tuchel bisa mendapatkan yang terbaik dari dua dunia. Namun, jika Henderson tidak dimainkan atau tampil buruk di Piala Dunia, Tuchel harus siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit.
Untuk saat ini, Wharton memilih fokus pada klubnya. Dengan usia yang masih 22 tahun, peluang untuk tampil di turnamen besar berikutnya masih terbuka lebar. Pertanyaannya, apakah Tuchel berani mengakui kesalahan jika skema lini tengahnya gagal di Jerman nanti?