Listrik Padam 10 Jam, PDAM Tirta Wampu Lumpuh: Warga Pangkalan Brandan Kritis Air Bersih

Penulis: Hamdani Putra  •  Senin, 25 Mei 2026 | 11:55:01 WIB
Warga Pangkalan Brandan mengalami krisis air bersih akibat pemadaman listrik selama 10 jam.

SUMATERA SELATAN — Pemadaman yang dipicu gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV ruas Lubuk Linggau–Lahat di Sumatera Selatan itu membuat pompa-pompa PDAM Tirta Wampu berhenti total. Bak penampung air warga kosong melompong. Bagi yang mengandalkan sumur bor, nasibnya sama—pompa listrik tak bisa dioperasikan.

"Air PDAM tak jalan, bak penampung air kosong. Kalau pun kemudian setelah beberapa jam, ada air yang menetes dari kran air itu kondisinya jorok, dan tidak laik pakai untuk kebutuhan minum, cuci pakaian, dan sebagainya," ujar Husada, warga Pangkalan Brandan.

Air Keruh dan Lumpur, Pelanggan Geram

Kekesalan warga memuncak saat listrik kembali menyala. Alih-alih air jernih, yang keluar dari kran justru air berwarna kuning pekat bercampur lumpur. Kondisi ini diabadikan dan diunggah warga ke media sosial seperti Facebook, Twitter, TikTok, hingga Instagram.

Muhammad Ismail Rokan, misalnya, mengunggah video kamar mandinya yang kosong di akun Facebook miliknya. "Lampu sudah menyala PDAM masih belum juga mengalirkan air ke rumah warga khusus di kawasan jalan pasar pipa sei bilah. Mohon air segera dialirkan, kami belum mandi ni," tulisnya.

Di akun Facebook Lhan Yulan, foto dan video air keruh berwarna kuning menjadi bukti lain. "Air PAM dh hidup…. Yg keluar Lumpur.. bukan air bersih. Byr air mahal tiap bulan... GK mati PAM air yg keluar air nya pun beginilah kuning juga. Cocoknya di demooo," tulisnya dengan nada frustrasi.

Pesisir Bergantung PDAM, Kualitas Justru Buruk

Pangkalan Brandan yang berada di pesisir pantai membuat air tanah di wilayah itu payau dan tak layak konsumsi. Akibatnya, warga—kaya maupun miskin—hanya bisa bergantung sepenuhnya pada PDAM Tirta Wampu. Namun, keluhan soal air keruh dan sering mati sudah menjadi langganan.

"Dari waktu magrib semalam sampai sekarang ini tempat kami juga air PDAM masih mati. Berharap ada perubahan dan standar perbaikan distribusi dan kualitas air," ucap Haris, warga Kelurahan Sei Bilah. Senada, Trie dari Jalan Imam Bonjol mengatakan air sudah dua hari tak mengalir di tempatnya.

Kepala PDAM Tak Merespons

Wartawan telah mencoba mengonfirmasi Kepala PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan, Kali Suman Saragih, melalui pesan WhatsApp untuk mencari tahu penyebab dan solusi atas krisis ini. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Belum ada kepastian kapan distribusi air akan kembali normal sepenuhnya. Warga pun hanya bisa berharap agar pemadaman listrik serupa tak terulang—atau setidaknya PDAM memiliki cadangan listrik darurat agar pasokan air tak ikut lumpuh saat PLN padam.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: metro-online.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top