MUARA ENIM — Kantor BPS Kabupaten Muara Enim kebanjiran pendaftar pada rekrutmen mitra tambahan untuk Sensus Ekonomi 2026. Dari total kebutuhan 554 petugas, sebanyak 270 orang telah terisi dari mitra tahun sebelumnya, sehingga BPS membuka 284 formasi tambahan. Namun, pelamar yang masuk justru mencapai 1.119 orang, atau hampir empat kali lipat dari kuota.
Kepala BPS Kabupaten Muara Enim, Mukti Riadi, mengakui antusiasme masyarakat di luar perkiraan. "Karena pelamarnya banyak, maka kita lakukan wawancara tatap muka langsung, tidak melalui zoom. Kami ingin mendapatkan petugas sensus ekonomi yang terbaik dan berintegritas," ujarnya di sela tes wawancara di kantor BPS setempat, Rabu (20/5/2026).
Proses seleksi yang ketat diterapkan untuk memastikan kualitas petugas. Tahapan rekrutmen dimulai dari registrasi online pada 8–11 Mei 2026, dilanjutkan seleksi administrasi, kompetensi, hingga wawancara yang berlangsung hingga 20 Mei 2026.
Pendaftaran dilakukan secara nasional melalui portal mitra.bps.go.id. Untuk Kabupaten Muara Enim, gelombang terakhir seleksi adalah penandatanganan Pakta Integritas yang dijadwalkan pada 20–21 Mei 2026.
BPS Muara Enim membutuhkan total 554 mitra untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Kekurangan 284 orang terjadi karena petugas lama yang telah berpengalaman tidak mencukupi jumlah kebutuhan lapangan. Mitra tambahan ini akan bertugas mendata pelaku usaha di seluruh wilayah Muara Enim.
Ketua Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 BPS Muara Enim, Tatang Dwiyatmoko, mendampingi Mukti Riadi saat proses wawancara. Ia memastikan setiap pelamar akan diuji kompetensi dan pemahaman teknis sensus sebelum dinyatakan lolos.
Tingginya jumlah pendaftar—1.119 orang untuk 284 posisi—menunjukkan besarnya minat kerja di sektor statistik di Muara Enim. Fenomena ini kerap terjadi di daerah-daerah Sumatera Selatan saat BPS membuka rekrutmen, terutama di tengah ketatnya lapangan kerja formal.
BPS sendiri menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan transparan dan tanpa pungutan biaya. Masyarakat diimbau waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.