OKI — Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut langkah ini krusial agar petani tidak kehilangan momentum menanam di sisa musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. “Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus upaya menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap tinggi,” kata Deru, Selasa (19/5/2026).
Kabupaten OKI dinilai memiliki posisi strategis karena luas baku sawahnya mencapai 105.436 hektare, menjadikannya salah satu lumbung padi utama di Sumsel. Namun, sekitar 30 persen dari lahan tersebut masih berupa rawa lebak dengan genangan air dalam yang belum tergarap optimal.
Menariknya, dalam kondisi tertentu, kemarau panjang justru membuka peluang. Bupati OKI Muchendi Mahzareki menjelaskan, penurunan debit air akibat El Nino bisa membuat rawa lebak yang biasanya tergenang menjadi kering dan siap ditanami.
“Pemerintah daerah berharap kondisi itu dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produksi padi di tengah ancaman cuaca ekstrem,” ujar Muchendi.
Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengungkapkan, total luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Dari jumlah itu, sekitar 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut yang masih menyimpan potensi besar untuk menopang produksi pangan.
“Gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan karena luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare,” katanya. Pemanfaatan lahan rawa disebut menjadi strategi penting menghadapi ancaman penurunan produksi akibat perubahan iklim.
Saat ini sebagian besar lahan di OKI masih menerapkan pola tanam satu kali setahun atau indeks pertanaman (IP) 100. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.
Untuk mencapai target itu, Bupati Muchendi mengatakan dukungan sarana produksi pertanian menjadi kunci. Pihaknya berharap pasokan benih, pupuk, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) bisa tersedia dengan baik.
“Kami optimistis target tersebut dapat dicapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik,” kata Muchendi.