OGAN ILIR — Langkah itu menjadi bagian dari instruksi nasional agar daerah memanfaatkan sisa musim hujan semaksimal mungkin. Pemerintah pusat meminta setiap kabupaten mempercepat masa tanam sebagai antisipasi penurunan produksi beras di tahun politik iklim.
Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyebut Gertam bukan sekadar seremoni. “Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen besar daerah, untuk mengejar target produksi padi nasional,” ujarnya di sela kegiatan.
Penanaman simbolis dilakukan di lahan basah persawahan Desa Srikaton, Kabupaten Musi Rawas, yang terhubung melalui koordinasi virtual bersama pemangku kepentingan di Ogan Ilir. Sinergi antara TNI, Polri, kejaksaan, dan kelompok tani menjadi tulang punggung program ini.
Pemkab Ogan Ilir menargetkan luas tanam bertambah signifikan dalam pekan-pekan mendatang. Bupati menegaskan bahwa percepatan ini penting karena El Nino berpotensi memundurkan musim tanam berikutnya jika tidak diantisipasi sejak awal.
“Pemkab Ogan Ilir siap menyukseskan program ketahanan pangan nasional,” pungkas Panca. Ia juga menginstruksikan dinas terkait untuk mendistribusikan bibit dan pupuk tepat waktu ke kecamatan rawan kekeringan.
Kegiatan ini melibatkan langsung kelompok tani setempat sebagai pelaksana utama di lapangan. Pemerintah daerah menjamin pendampingan teknis dan akses irigasi darurat jika debit air menurun drastis.
Dengan Gertam, Ogan Ilir berharap produksi padi tetap terjaga meski tekanan iklim global semakin nyata. Langkah ini juga menjadi uji coba koordinasi lintas sektor yang akan dievaluasi setiap bulan.